Pentas seni hingga green movement bersatu di penutupan Aloysius Fest 2026

Aloysius Fest 2026 mencapai puncaknya dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Ribuan siswa, orang tua, guru, dan masyarakat memadati area Sekolah Santo Aloysius sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan komunitas yang menjadi penutup festival.

Update: 2026-02-17 05:28 GMT

Sumber foto: Dudi Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Aloysius Fest 2026 mencapai puncaknya dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Ribuan siswa, orang tua, guru, dan masyarakat memadati area Sekolah Santo Aloysius sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan komunitas yang menjadi penutup festival.

Family Fun Walk menjadi pembuka utama hari terakhir. Dengan rute di kawasan Batununggal. Kegiatan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari peserta lintas usia. Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, Family Fun Walk menjadi simbol bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.

Kebersamaan dalam langkah pagi tersebut mencerminkan komitmen kolektif membangun generasi yang sehat, berkarakter dan peduli lingkungan.

Selain Fun Walk, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Minggu (17/2), hari ketiga juga diramaikan oleh Aloysius Soccer Festival yang mempertemukan siswa dalam semangat sportivitas dan solidaritas. Sorak-sorai di lapangan menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan juga membentuk karakter melalui kerja sama, disiplin dan fair play.

Pentas seni di panggung utama turut menampilkan kreativitas siswa lintas jenjang. Berbagai pertunjukan menjadi ruang ekspresi yang mempererat hubungan antarunit sekolah serta menghadirkan suasana perayaan yang hangat dan inklusif. Lomba-lomba yang telah berlangsung sejak hari sebelumnya juga diumumkan pada puncak acara, menambah semarak suasana.

Sepanjang hari, Aloysius Green Gallery tetap menjadi pusat perhatian pengunjung. Selain menampilkan gerakan Organic NANO Enzyme sebagai praktik pengelolaan lingkungan berbasis edukasi, galeri ini memamerkan karya daur ulang siswa dari jenjang TK hingga SMA. Instalasi kreatif dan produk berbahan material bekas menunjukkan bahwa kesadaran ekologis dapat ditumbuhkan melalui proses belajar yang konsisten dan kolaboratif.

Elshinta Peduli

Organic NANO Enzyme yang diproduksi dan dipresentasikan bukan sekadar inovasi ramah lingkungan, tetapi bagian dari budaya sekolah yang terintegrasi dalam pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari. Melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif, keberlanjutan menjadi praktik nyata, bukan sekadar tema festival.

Penutupan Aloysius Fest 2026 menjadi refleksi dari rangkaian tiga hari yang menghadirkan visi kepemimpinan, karya inovatif siswa, serta gerakan komunitas yang inklusif. Jika hari pertama menyoroti transformasi pendidikan dan literasi AI, pada hari kedua menegaskan praktik keberlanjutan melalui Organic NANO Enzyme dan karya kreatif. Maka pada hari ketiga memperlihatkan kekuatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dengan semangat Ad Maiora Natus Sum, Aloysius Fest 2026 menegaskan bahwa pendidikan masa depan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi tentang membangun manusia yang utuh, adaptif terhadap teknologi, kreatif dalam berkarya, dan memiliki kepedulian sosial serta ekologis yang kuat.

Aloysius Fest adalah bukti bahwa pendidikan masa depan tidak hanya dipikirkan, tetapi diwujudkan melalui kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai gerakan yang erkelanjutan dan penuh makna bagi generasi dan bumi yang diwariskan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News