Penting, peran guru BK sebagai pendamping dan motivator siswa
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti berpesan kepada guru-guru BK untuk bisa menjadi pendamping sekaligus motivator bagi anak didiknya. Pendampingan yang baik agar anak lebih termotivasi nan percaya diri sehingga menjadi generasi yang berkualitas.
"Peran guru BK sebagai pendamping sekaligus motivator bagi anak didik sangat diperlukan untuk pembentukan karakter," tegas Abdul Mu'ti saat memberikan kuliah umum dalam cara kesyukuran 60 tahun Ponpes Pabelan Mungkid Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis (28/8/2025).
Ia menyampaikan, masalah dunia pendidikan yang kini dihadapi adalah persoalan karakter. Perkembangan dunia teknologi digital juga berpengaruh kepada keadaban. Kondisi media sosial menjadi cermin dari keadaban generasi muda saat ini.
"Karenanya kita gencar membangun pendidikan sebagai proses membangun karakter yang kuat," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (29/8).
Abdul Mu'ti mengatakan, kekerasan yang terjadi di sekolah baik murid sebagai pelaku maupun korban, berkaitan dengan karakter. "Ada karakter yang berkaitan dengan mentalitas. Anak-anak sekarang sering disebut dengan generasi strawberi. Secara penampilan fisik gagah namun mentalnya rapuh," ujarnya.
Oleh sebab itu, pendidikan karakter harus terus dibangun, dengan menerapkan kebijakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Kemudian gerakan pagi ceria dan berbagai macam program lainnya.
Sementara itu, pimpinan ponpes Pabelan Ahmad Najib Amin Hamam mengatakan, berdirinya ponpes Pabelan ini penuh dengan sejarah tahun 1800 silam oleh KH Muhammad Ali. Modal awal hanya tekad dan semangat dari pimpinan ponpes yang prihatin dengan kondisi pendidikan masyarakat saat jaman penjajahan Belanda.
Sejarah dinamakannya ponpes ini dengan nama pabelan, terkait dengan semangat juang KH Muhamamd Ali dalam membela perang Diponegoro tahun 1825. "Sehingga ponpes ini dinamakan Pabelan karena kegigihannya membela perang Diponegoro," ungkapnya.
Saat KH Muhammad Ali Wafat, oleh Belanda ponpes ini ditutup karena dianggap menentang. Kemudian tahun 1965, salah satu putranya, KH Hamam Jafar merintis kembali pendirian ponpes Pabelan.
Ahmad Najib berharap, dengan kesyukuran yang ke 60 tahun ini, maka akan banyak doa dan dukungan agar Ponpes ini bisa berbuat lebih baik.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji dalam sambutaan yang diwakili Asfuri Muhsis, Asisten Administrasi Umum menyampaikan, bahwa peran Ponpes Pabelan selama 60 ini menjadi hal yang luar biasa. Perannya tidak hanya di tingkat Kabupaten atau propinsi, namun Sudah sampai level nasional.
Banyak santri yang menjadi tokoh-tokoh nasional, baik bidang eksekutif, legislatif maupun tokoh penting di masyarakat. "Tentu ini menjadi kebanggaan kami, ketika ponpes Pabelan bisa berperan besar besar dalam kancah nasional," katanya.
Atas prestasi tersebut, Pemkab menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ponpes Pabelan. Kehadiran Mendikdasmen menambah semangat, bagaimana kedepan antara Pemda dan ponpes ini bisa saling mendukung.