Persiapan peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo berjalan lancar

Update: 2026-01-11 08:36 GMT
Elshinta Peduli

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan persiapan peresmian Sekolah Rakyat (SR) berjalan sesuai rencana. Hal itu disampaikan usai meninjau langsung latihan siswa dan kesiapan venue menjelang peluncuran Sekolah Rakyat yang akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026).

Gus Ipul mengatakan, pelaksanaan Sekolah Rakyat di 166 titik di Indonesia telah berjalan selama tiga hingga enam bulan, dengan waktu mulai yang berbeda sejak Juli hingga awal Oktober.

“Penyelenggaraan Sekolah Rakyat selama enam bulan terakhir ini berjalan dengan baik. Ada tantangan dan dinamika, tapi semuanya bisa diatasi oleh kepala sekolah, guru, serta dukungan pemerintah daerah,” kata Saifullah Yusuf.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo untuk menjangkau keluarga prasejahtera, miskin, dan miskin ekstrem agar anak-anak mereka tetap memiliki akses pendidikan dan disiapkan menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kami hanya menerjemahkan dan meneruskan arahan-arahan yang diberikan oleh Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Selain perkembangan akademik, Gus Ipul menyoroti dampak positif Sekolah Rakyat terhadap kesehatan dan karakter siswa. Dengan sistem pendidikan 24 jam dan asupan gizi yang cukup, kondisi fisik dan kedisiplinan siswa menunjukkan peningkatan signifikan.

“Kesehatan anak-anak meningkat, anemia menurun, mereka lebih bugar, dan kedisiplinannya juga meningkat. Banyak orang tua melaporkan anaknya sekarang lebih disiplin dan lebih optimis,” katanya.

Elshinta Peduli

Dalam aspek akademik, Gus Ipul mengakui kemampuan siswa sangat beragam. Bahkan terdapat siswa kelas 1 SMA yang sebelumnya belum bisa membaca dan menulis, namun menunjukkan kemajuan pesat setelah mendapat pendampingan khusus.

“Ada anak kelas satu SMA yang belum bisa baca dan menulis, tapi dalam tiga sampai empat bulan sudah mulai lancar membaca dan ingin mengejar ketertinggalannya,” ucapnya.

Gus Ipul menjelaskan, seluruh siswa yang tampil dalam acara peresmian pada Senin (12/1/2026) merupakan siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah seperti NTT, Papua, Aceh, Makassar, Jawa Timur, dan Jakarta. Mereka mewakili sekitar 15 ribu siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga akan meluncurkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat yang masing-masing mampu menampung sekitar 300 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pemerintah menargetkan penerimaan hingga 30 ribu siswa pada tahun depan.

“Sekolah Rakyat ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, sehingga naik kelas bersama,” tutur Saifullah Yusuf.

Penulis: Hutomo Budi (Banjarmasin) /Ter

Elshinta Peduli

Similar News