Prabowo jajaki kerja sama STEM dengan 24 universitas top di Inggris

Presiden RI Prabowo Subianto, di hadapan 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, menjajaki penguatan kerja sama pendidikan di bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Update: 2026-01-21 11:30 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Presiden RI Prabowo Subianto, di hadapan 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, menjajaki penguatan kerja sama pendidikan di bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa (20/1), sebagaimana disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam catatan Seskab yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

"Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London," katanya.

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam itu dihadiri 30 profesor perguruan tinggi papan atas di Inggris.

Mereka yang hadir, antara lain mewakili King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta universitas unggulan lainnya.

Di hadapan para akademisi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan universitas-universitas Inggris, baik melalui pengembangan kampus di Indonesia maupun kolaborasi langsung di Inggris.

Presiden juga menekankan bahwa pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri serta pembangunan dan penguatan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri menjadi prioritas, khususnya pada bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

Elshinta Peduli

Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi pemerintah memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis nasional.

Kepala Negara mengatakan kondisi Indonesia masih kekurangan tenaga medis, dengan produksi sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang akan memasuki masa pensiun.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris yang telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di Indonesia.

Kerja sama ini dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendukung target agar universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada 2028 dengan standar kualitas dan lingkungan kampus yang aman serta menarik bagi tenaga pengajar internasional.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News