Sekolah Rakyat buka akses pendidikan, Nayla kembali bersekolah di Makassar
Nayla, siswi kelas 7 Sekolah Rakyat Makassar, saat ditemui di Banjarmasin, Minggu (11/1/2026)
Program Sekolah Rakyat memberi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali mengenyam pendidikan. Salah satunya Nayla, siswi kelas 7 Sekolah Rakyat Makassar, yang sebelumnya sempat putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Nayla merupakan warga Makassar. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya sebagai asisten rumah tangga (ART). Kondisi tersebut membuat orang tuanya kesulitan membiayai kebutuhan sekolah, termasuk seragam saat Nayla masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Dulu itu dikira aku enggak bisa sekolah, apalagi enggak bisa lanjut bersekolah. Tapi adanya Sekolah Rakyat saya bisa sekolah dan bisa membanggakan orang tua,” kata Nayla kepada Elshinta saat dijumpai di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026).
Sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat, Nayla menghabiskan waktu di rumah dengan membantu orang tua, membersihkan rumah, dan menjaga adiknya. Ia adalah anak kedua, sementara kakaknya juga tidak melanjutkan sekolah.
Kini, Nayla bersekolah di Sekolah Rakyat Makassar dan tinggal di asrama. Menurutnya, fasilitas yang diberikan sangat membantu proses belajar.
“Senangnya punya banyak teman baru dan dapat fasilitas lengkap, seperti baju, buku, alat tulis, sampai laptop,” ujarnya.
Meski harus tinggal terpisah dari orang tua, Nayla mengaku tetap betah karena orang tuanya rutin menjenguk setiap minggu. Ia juga merasakan perbedaan metode belajar dibanding sekolah sebelumnya, termasuk adanya pelajaran tambahan.
“Ada les Bahasa Inggris dan piano. Pelajaran yang paling saya suka Bahasa Inggris,” kata Nayla.
Melalui Sekolah Rakyat, Nayla kembali berani bermimpi. Ia bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan) agar bisa membantu masyarakat.
“Supaya bisa menangkap orang jahat,” tuturnya.
Program Sekolah Rakyat diharapkan terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang sempat terputus sekolah akibat faktor ekonomi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berdaya dan berprestasi.
Sementara itu, Muhammad Nazril Kurniawan, siswa Sekolah Rakyat (SR) 13 Kota Bekasi, menjadi salah satu peserta didik yang sebelumnya belum lancar membaca meski telah lulus SMP.
Nazril berasal dari Kabupaten Cibarusah, Jawa Barat. Ia lahir pada 14 November 2009 dan kini menempuh pendidikan setara SMA di Sekolah Rakyat. Sebelumnya, Nazril bersekolah di SMP Bintang Harapan.
“Dulu saya kesulitan membaca, sama buat menulis itu susah diapalinya,” kata Nazril saat ditemui di Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin Kalimantan Selatan.
Nazril mengaku selama di sekolah sebelumnya tidak mendapatkan pendampingan khusus untuk mengatasi kesulitan membaca. Ia pun menyembunyikan keterbatasannya dari teman-teman hingga akhirnya lulus SMP.
“Kalau di sekolah sebelumnya itu susah, enggak ada lesnya, terus teman-teman juga belum tahu saya belum bisa baca,” ujarnya.
Sejak bergabung dengan Sekolah Rakyat sekitar empat bulan lalu, Nazril mendapatkan pendampingan intensif dari teman-teman dan lingkungan asrama. Setiap malam, ia berlatih membaca bersama teman sekamar dengan metode bertahap.
"Udah empat bulan saya belajar baca di sini. Sekarang udah lumayan hampir bisa untuk membaca dan menulis,” katanya.
Menurut Nazril, suasana belajar di Sekolah Rakyat membuatnya lebih percaya diri. Ia merasa didukung dan tidak lagi takut diejek karena keterbatasannya.
“Kalau di sini jadi senang, banyak yang membantu dan menyemangati saya untuk belajar,” ucapnya.
Dalam kegiatan peluncuran Sekolah Rakyat yang akan digelar Senin (12/1/2026), Nazril dipercaya tampil membacakan puisi bertema perjuangannya belajar membaca. Puisi tersebut ia hafalkan dengan bantuan teman-temannya.
Nazril yang merupakan anak tunggal ini memiliki cita-cita menjadi pengusaha, khususnya membuka usaha kafe. Orang tuanya bekerja sebagai buruh cuci gosok dan petugas kebersihan (OB) di apartemen.
Melalui Sekolah Rakyat, Nazril berharap dapat terus meningkatkan kemampuan literasinya dan melanjutkan pendidikan dengan lebih baik.
“Sekolah Rakyat ada harapan buat saya belajar dengan baik, terutama supaya bisa membaca dengan baik,” tuturnya.
Penulis: Hutomo Budi/Ter


