Universitas Tidar gelar wisuda Periode April 2026, Unyil dan Zidan jadi wisudawan terbaik
Universitas Tidar Magelang menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan program Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya pada periode April Tahun 2026, Sabtu (11/04) lalu.
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Universitas Tidar (Untidar) Magelang menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan program Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya pada periode April Tahun 2026, Sabtu (11/04) lalu. Acara yangberlangsung di gedung dr H.R Suparsono Tuguran berlangsung penuh kekhidmatan.
Untidar menapaki langkahnya sebagai perguruan tinggi negeri dengan filosofi, Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. "Artinya keunggulan akademik dan non-akademik adalah fokus utama kita. Namun, keunggulan tersebut harus dilandasi oleh nilai-nilai budaya luhur, terutama yang tumbuh di kancah peradaban Magelang dan Nusantara," kata Rektor Untidar Prof Dr Sugiyarto dalam sambutannya.
Menurutnya, lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan
teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga sertamengembangkan budaya bangsa.
Selain itu Rektor juga berharap hari “wisuda” merupakan titik penting perjalanan akademik.
“Sebuah momentum yang bukan hanya menandai akhir dari proses belajar di bangku kuliah, tetapi juga awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.
Wisuda Untidar ke-73 ini meluluskan 528 wisudawan yang terdiri dari 511 program Sarjana, 7 Sarjana Terapan dan 10 Ahli Madya. Dari seluruh wisudawan sebanyak 24 wisudawan lulus dengan gelar Cumlaude atau dengan pujian.
Seperti pewisudaan sebelumnya, Untidier memberikan penghargaan kepada 10 mahasiswa yaitu 5 wisudawan terbaik akademik dan 5 wisudawan terbaik non akademik.
Septiawan Puji Trianto, wisudawan dari Prodi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi Wisudawan Terbaik Akademik. “Unyil” panggilan akrabnya meraih IPK 3,91 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 9 Hari.
“Kuliah itu utamanya ya akademik. Walau kuliah sambil kerja dan organisasi semua bisa dilaksanakan bersamaan dengan cara membuat skala prioritas,” ujar Unyil seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Senin (13/4).
Pria asal Danasari, Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini prestasi menjadi wisudawan terbaik ini merupakan kesempatan untuk “menaikkan derajat” orang tua. “Aku dari keluarga yang kurang mampu, kalau bukan sekarang kapan lagi mau menaikkan derajat atau membanggakan mereka, mau kapan lagi. Ada orang tua dan keluarga lain yang bergotong royong mendukung saya sampai bisa kuliah bahkan lulus saat ini,” jelasnya.
Putra bapak Abdul Manaf dan Ibu Rumini ini ingin membuktikan putra dari seorang “bakul pindang” juga bisa sukses.
Zidan Rizka Alhafidz, wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mendapat penghargaan menjadi wisudawan terbaik non akademik. Zidan memiliki sejumlah prestasi di lingkup artikel ilmiah, jurnal ilmiah dan olimpiade mahasiswa.
Zidan lulus dengan IPK 3,83 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 11 Hari. Yang menarik Zidan lulus tanpa skripsi atau menggunakan jalur artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.
“Judul artikel ilmiahnya Development of Teaching Materials for Popular Scientific Articles Using Contextual Approach for Grade VIII Students lolos publikasi di jurnal Sinta 3,” jelas wisudawan asal Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini.
Putra bapak Istar Khoirudin dan Ibu Sunarni Kusmiatun ini mengaku sudah mulai merancang karya ilmiahnya mulai semester 6.
“Saat ada info dari jurusan bisa mengganti skripsi dengan artikel ilmiah, mulailah saya menyusun strategi. Bahkan saya memanfaatkan lokasi PPL (Praktek Pengalaman lapangan) sekaligus untuk mencari data pendukung jadi selesai PPL bisa langsung mengolah data,” lanjutnya.


