Wakil Ketua MPR apresiasi akselerasi Sekolah Rakyat

Update: 2026-01-16 12:11 GMT

Mensos Gus Ipul, Wamensos Agus Jabo dan Wakil Ketua MPR RI Arcandra Muhammad Akbar, di Jakarta, Kamis (15/1/2026)

Elshinta Peduli

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Arcandra Muhammad Akbar mengapresiasi Kementerian Sosial yang dianggap mampu menerjemahkan gagasan Presiden Prabowo Subianto.

Tiga mandat utama Presiden, yaitu pemutakhiran DTSEN, penyaluran bansos, dan program sekolah rakyat dapat berjalan secara berkesinambungan.

"Ini adalah hal luar biasa yang dilakukan oleh Mensos dan Wamensos, yaitu menerjemahkan dan mengimplementasikan gagasan presiden sesuai Asta Cita, semoga program-program ini bisa berjalan dengan baik dan kita bisa berkolaborasi," katanya.

Pernyataan ini disampaikan Arcandra dalam audiensi jajaran kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Tengah dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Awalnya audiensi membahas kolaborasi data tunggal dan rencana pengadaan Sekolah Rakyat rintisan dan permanen di masing-masing kabupaten di Sulawesi Tengah.

Audiensi berlangsung setelah peluncuran Sekolah Rakyat yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (12/1) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru.

Dalam kesempatan ini para kepala daerah menyampaikan secara langsung komitmen dan kesiapan daerahnya bersinergi mendukung program prioritas Presiden tersebut.

Bupati Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwang, misalnya, menyampaikan kesiapan daerahnya mendirikan Sekolah Rakyat permanen dan menyusul kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

Elshinta Peduli

"Semoga harapan ini bisa teralisasi cepat, banyak harapan dan keinginan dari kami terkait program prioritas presiden ini," ujarnya.

Sementara Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menilai Sekolah Rakyat sebagai solusi luar biasa yang belum pernah terpikirkan pada pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, program ini berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banggai Kepulauan sekaligus menurunkan angka kemiskinan

Mendengar hal ini, Gus Ipul menyambut baik niat para kepala daerah. Ia menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan miniatur pengentasan kemiskinan melalui upaya memelihara dan mendidik anak-anak terlantar.

Di hadapan para kepala daerah Gus Ipul lantas menayangkan video kisah Sofia dari Kupang, Nazriel, serta penampilan siswa Sekolah Rakyat saat peresmian di Banjarbaru, berupa teatrikal dan pidato empat bahasa yang mendapat perhatian dan apresiasi dari presiden serta tamu undangan.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh upaya pengentasan kemiskinan harus dimulai dari fondasi data yang kuat. Sesuai arahan langsung Presiden Prabowo, Kementerian Sosial melakukan pembenahan dari aspek data.

"Mulailah bekerja dengan data, data dulu dibenarkan baru yang lain," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa salah satu tugas strategis Kementerian Sosial adalah pemutakhiran data yang menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN nantinya digunakan sebagai acuan penyaluran bantuan sosial, sekaligus referensi dalam menentukan anak-anak dari keluarga termiskin yang berhak masuk Sekolah Rakyat.

"Sekolah Rakyat ini adalah persembahan dari Presiden Prabowo untuk rakyat yang paling miskin, di mana anak disekolahkan dan lulus, orangtuanya pun naik kelas dan tidak menerima bansos lagi," jelas Gus Ipul.

Wakil Ketua MPR RI Arcandra Muhammad Akbar yang hadir membersamai para kepala daerah menyampaikan harapannya terhadap program Sekolah Rakyat. "Semoga program ini bisa dirasakan dan sampai langsung ke masyarakat," ujarnya.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa selain Sekolah Rakyat dan DTSEN, Kementerian Sosial juga akan melakukan intervensi melalui program bantual sosial dan pemberdayaan sosial, dengan perhatian khusus pada daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

"Mari kita berkolaborasi dan bersinergi dalam pemutakhiran data agar betul-betul valid sehingga bantuan sosial bisa tepat sasaran dan data makin akurat, yang berhak menerima akan menerima, dan yang tidak berhak tidak menerima," kata Agus Jabo.

Menjelang penutupan audiensi, Gus Ipul kembali menekankan bahwa data bersifat dinamis dan membutuhkan keterbukaan.

"Data itu dinamis, setiap hari selalu berubah. Tetapi yang paling penting adalah transparansi dan keterbukaan. Kita di Kemensos tidak menutup data, kita terbuka dengan data, semua masyarakat boleh berpartisipasi, hanya di era Prabowo ini bisa seperti itu," ujarnya.

Ia menutup audiensi dengan ajakan untuk bekerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

"Mari kita tindaklanjuti ini, bekerja bersama pusat dan daerah, saya enggak mau kita jalan sendiri-sendiri, data dikerjakan bersama dengan bupati dan wali kota, karena itu adalah perintah presiden," ujar Gus Ipul.

Audiensi dihadiri oleh Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Bupati Poso Verna Gladies Merry Inkiriwang, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Morowali Alkaf, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, serta Bupati Buol Risharyudi Triwibowo

Penulis: Hutomo Budi/Ter

Elshinta Peduli

Similar News