Wali Kota Mataram imbau guru tidak berikan PR ke siswa

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, mengimbau para guru untuk tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa, agar anak-anak bisa istirahat setelah belajar dan beraktivitas di sekolah selama lima hari.

By :  Widodo
Update: 2026-01-17 13:00 GMT

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. ANTARA/Nirkomala.

Elshinta Peduli

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, mengimbau para guru untuk tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa, agar anak-anak bisa istirahat setelah belajar dan beraktivitas di sekolah selama lima hari.

"Setelah penerapan lima hari sekolah, kami imbau guru tidak lagi memberikan PR ke peserta didik," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Sabtu.

Kebijakan itu sebagai tindaklanjut dari kebijakan Wali Kota Mataram yang telah menerapkan uji coba lima hari sekolah mulai Senin (12/1-2025), pada puluhan sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Mataram.

Waktu pulang sekolah dan libur sekolah pada akhir pekan, katanya, diharapkan bisa memberikan anak-anak untuk istirahat dan berkegiatan fisik di luar ruangan.

"Kami berharap para guru bisa menuntaskan pelajaran saat jam belajar, agar tidak ada PR bagi anak-anak," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf mengatakan, untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut pihaknya akan menyampaikan ke guru melalui Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

"Tujuannya, supaya apa yang menjadi imbauan tersebut bisa diindahkan oleh semua guru," katanya.

Kebijakan peniadaan PR bagi siswa juga dimaksudkan agar tidak membebani siswa setelah sampai di rumah. "Jadi anak-anak bisa lega bermain dan istirahat di rumah," katanya.

Selama ini, menurut Yusuf, pemberian PR kepada siswa diberikan guru ketika tugas atau materi yang diberikan tidak selesai di sekolah. Hal itu dilakukan guru agar anak-anak bisa lebih paham dan tidak ketinggalan pelajaran tersebut.

Elshinta Peduli

"Tidak ada tujuan lain, semua untuk kebaikan siswa," katanya.

Namun seiring dengan program lima hari sekolah yang secara otomatis memberikan tambahan jam belajar siswa, para guru diharapkan bisa memberikan materi dan tugas sampai selesai di sekolah.

Dengan demikian, para guru tidak lagi membebani anak-anak dengan PR yang harus diselesaikan pada waktu tertentu.

Akan Tetapi, sambungnya, orang tua diharapkan tetap mendampingi anak-anak di rumah dengan mengarahkan pada kegiatan-kegiatan positif.

"Termasuk jika anak mau belajar di rumah, orang tua harus tetap mendampingi," katanya. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News