DPC Demokrat Salatiga serahkan persoalan internal partai ke DPD Jateng

DPC Partai Demokrat Kota Salatiga, Jawa Tengah saat ini baru diuji, dinamika di internal partai berlogo bintang mercy itu bergejelok. DPC Partai Demokrat Kota Salatiga sudah menyerahkan persoalan internal partai ke DPD Partai Demokrat Jawa Tengah.

Update: 2026-04-14 08:00 GMT

Sumber foto: Pranoto/elshinta.com


Indomie

DPC Partai Demokrat Kota Salatiga, Jawa Tengah saat ini baru diuji, dinamika di internal partai berlogo bintang mercy itu bergejelok. DPC Partai Demokrat Kota Salatiga sudah menyerahkan persoalan internal partai ke DPD Partai Demokrat Jawa Tengah.

Persoalan itu diduga berawal dari kesepakatan 3 caleg terpilih mengganti dana perolehan suara kepada caleg di bawahnya yang tidak lolos parlemen (DPRD Kota Salatiga).

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Salatiga Diah Sunarsasi saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan surat terkait persoalan internal partai itu ke DPD Partai Demokrat Jawa Tengah.

"Keputusannya diserahkan ke DPD Partai Demokrat Jawa Tengah," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Selasa (14/4).

Menurut Diah persoalan ini sebenarnya tidak perlu terjadi, bila kader Demokrat itu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan surat peryataan dan pakta integritas yang telah ditandatangani.

"Sudah berkali-kali kami adakan pertemuan dan rapat namun hasilnya selalu gagal, untuk itu kami serahkan persoalan ini ke DPD Partai Demokrat Jawa Tengah," imbuh Diah.

Caleg terpilih telah menandatangani surat pernyataan atau pakta integritas pada 9 Juli 2024. Dalam surat pernyataan itu, apabila hingga 8 Nopember 2024 caleg terpilih tidak melaksanakan kewajibannya, maka secara otomatis mengundurkan diri dari anggota DPRD Kota Salatiga.

Elshinta Peduli

Juriyanto, caleg Partai Demokrat Dapil 4 Argomulyo yang meraih suara terbanyak kedua, ketika dihubungi membenarkan, bila ada kesepakatan mengganti dana perolehan suara dari caleg terpilih. Juriyanto kecewa, karena mereka ingkar janji.

''Sampai dengan saat ini kewajiban pengembalian dana itu tidak pernah dipenuhi. Seharusnya mereka mengundurkan diri, berdasarkan surat pernyataan dan pakta integritas yang telah ditandatangani sesuai kesepakatan bersama dalam rapat DPC Partai Demokrat,'' ungkap Juriyanto.

Hal yang sama juga disampaikan Yohanes Tunggul Wahyu Harianto, caleg Partai Demokrat Dapil 1 Sidomukti yang meraih suara terbanyak kedua.

''Seharusnya memenuhi janjinya mengundurkan diri, sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani sendiri,'' ungkap Yohanes Tunggul Wahyu Harianto saat dikonfirmasi tentang surat pernyataan itu.

Adapun, Miftahudin Afandi, caleg Partai Demokrat Dapil 3 Tingkir peraih suara terbanyak kedua, belum dapat dikonfirmasi saat dihubungi melalui ponselnya.

Sementara itu, Ari Widiyatmoko anggota DPRD Kota Salatiga Partai Demokrat dari Dapil 3 Tingkir ketika dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, membantah dirinya belum mengembalikan dana perolehan suara kepada caleg yang tidak lolos parlemen. Menurut Ari semua caleg gagal sudah dilunasi pengembalian dana perolehan suara, hanya seorang yang belum karena tidak bisa dihubungi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Andreas Yosep, anggota DPRD Kota Salatiga Partai Demokrat Dapil 4 Argmulyo ketika dikonfirmasi lewat telepon. Menurut Andreas sejak awal dia sudah melaksanakan kewajiban menyerahkan dana pengganti ke caleg yang gagal sesuai dengan kesepakatan bersama. Keduanya menjelaskan telah melaksanakan komitmen partai. Adapun Antonius Doohan ketika dikonfirmasi melalui ponselnya belum merespons.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News