Golkar dukung diplomasi bebas aktif Prabowo di AS
Idrus Marham sebut langkah Presiden Prabowo di Washington sebagai strategi “mengalir tetapi tidak hanyut” demi kepentingan nasional.
Elshinta/ ADP
Partai Golkar menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif selama kunjungan kerja ke Washington, DC, Amerika Serikat. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, yang menilai pendekatan diplomasi Presiden sebagai strategi “mengalir tetapi tidak hanyut”.
Idrus menyampaikan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah menginstruksikan seluruh kader partai untuk memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan politik luar negeri Presiden. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya tepat secara konseptual, tetapi juga efektif secara strategis dalam menjaga kepentingan nasional jangka panjang.
Dalam perspektif diplomasi internasional, Idrus memandang kebijakan luar negeri Presiden sebagai bentuk rasionalitas strategis negara menengah yang berupaya memaksimalkan otonomi kebijakan tanpa mengorbankan stabilitas sistem global. Ia menegaskan bahwa apabila terjadi deviasi terhadap kepentingan nasional, Presiden diyakini akan mengambil posisi korektif secara tegas karena orientasi nasionalismenya berakar pada kepentingan negara, bukan kalkulasi politik jangka pendek.
Ia menambahkan, politik bebas aktif yang dijalankan Presiden berakar kuat pada nilai ideologis bangsa dan konstitusi.
"Secara konseptual, kebijakan tersebut selaras dengan fondasi normatif negara, sementara secara strategis membuka ruang komunikasi lintas kekuatan global tanpa mengikis identitas nasional Indonesia" ujar Idrus saat kepada wartawan Rabu (18/2/2026).
Menurut Idrus, bebas aktif bukan sekadar posisi netral, melainkan strategi diplomatic hedging yang memungkinkan Indonesia membangun relasi multipolar secara simultan.
"Pendekatan ini memberi ruang interaksi dengan berbagai aktor internasional sembari mempertahankan preferensi normatif dan kepentingan domestik. Inilah makna pendekatan “mengalir tetapi tidak hanyut” yang dinilai tengah dijalankan Presiden" kata Idrus
Golkar memandang keikutsertaan Presiden dalam berbagai forum internasional bukan hanya simbol diplomasi, melainkan bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
"Penguatan jejaring multilateralisme dan bilateralitas strategis dinilai penting untuk meningkatkan daya tawar internasional, membuka akses kerja sama ekonomi, transfer teknologi, serta memperkuat arsitektur keamanan kolektif tanpa mengorbankan independensi keputusan nasional" ujarnya
Idrus juga menilai konsistensi politik bebas aktif Indonesia mampu memperkuat kredibilitas bangsa di mata dunia. Negara yang konsisten dalam orientasi ideologis luar negerinya akan dipandang sebagai aktor yang dapat diprediksi dan dipercaya.
"Diplomasi yang menggabungkan pragmatisme rasional dengan prinsip normatif dinilai mampu memperkuat legitimasi eksternal sekaligus kohesi domestik" ujar Idrus
Presiden Prabowo bertolak ke Washington pada Senin (16/2/2026) siang didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden Republik Indonesia, Presiden dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan kedua negara serta kerja sama strategis di berbagai sektor.
Selain itu, Presiden juga diagendakan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian untuk Gaza, Board of Peace (BoP), serta menandatangani kesepakatan terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
Golkar menilai agenda tersebut mencerminkan konsistensi Presiden dalam memperjuangkan kepentingan nasional di forum global. Partai memastikan akan berada di garis depan dalam mengawal dan mendukung kebijakan luar negeri pemerintah.
Menurut Idrus, diplomasi bebas aktif yang tegas dan terukur akan memperkuat daya tawar Indonesia sekaligus menjaga kedaulatan nasional di tengah rivalitas geopolitik global. Oleh karena itu, konsolidasi dukungan politik domestik dinilai penting agar kebijakan luar negeri negara berjalan dengan kohesivitas yang kuat dan berkelanjutan.
Golkar juga menilai penguatan diplomasi bebas aktif semakin relevan di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik dunia. Dalam konteks rivalitas kekuatan besar dan transformasi ekonomi global, Indonesia dipandang memiliki peluang memainkan peran sebagai jembatan dialog antarblok serta penggerak stabilitas regional, khususnya di kawasan ASEAN.
Dengan dukungan politik domestik yang solid, Golkar meyakini Indonesia berpotensi memperkuat posisinya sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh di kawasan Indo-Pasifik serta mampu menyeimbangkan kepentingan nasional, stabilitas regional, dan dinamika global secara simultan. (Arie Dwi Prasetyo)


