Idrus Marham nilai pernyataan Jusuf Kalla perlu disikapi hati-hati demi stabilitas
Idrus Marham ingatkan pernyataan Jusuf Kalla soal chaos 2026 perlu disikapi hati-hati.
Elshinta/ ADP
Wakil Ketua Umum Partai Golkar bidang kebijakan publik, Idrus Marham, menilai pernyataan Jusuf Kalla terkait potensi terjadinya “chaos” pada Juli–Agustus 2026 perlu disikapi secara hati-hati demi menjaga stabilitas nasional.
Menurut Idrus, pernyataan yang menyebut secara spesifik waktu dan potensi kejadian dapat menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.
“Kalau sebuah pernyataan sudah menentukan akan terjadi sesuatu, itu bukan lagi prediksi. Itu seperti sudah ada skenario dan target operasi,” ujarnya.
Idrus mengingatkan bahwa dalam kondisi nasional saat ini, para tokoh publik diharapkan menyampaikan pandangan yang menenangkan masyarakat, bukan sebaliknya.
“Dalam kondisi bangsa seperti sekarang ini, kita harus berkontribusi menciptakan situasi kondusif. Jangan memanas-manasi atau membuat rakyat panik,” katanya.
Ia menilai narasi dengan tingkat kepastian tinggi berpotensi membentuk ekspektasi publik secara luas.
Idrus menjelaskan bahwa pernyataan dengan kepastian waktu dapat mendorong masyarakat menyesuaikan perilaku secara antisipatif.
Dalam kondisi tertentu, hal tersebut justru bisa:
- memperbesar kekhawatiran publik
- memicu respons berlebihan
- memengaruhi stabilitas sosial
Ia juga membuka kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik narasi tersebut, meski tetap menekankan pentingnya melihat persoalan secara objektif.
Sebelumnya, Jusuf Kalla menyampaikan pandangan dalam konteks kewaspadaan terhadap dinamika global, termasuk tekanan ekonomi dan geopolitik.
Sejumlah lembaga seperti International Monetary Fund dan World Bank juga mencatat potensi ketidakpastian global, mulai dari:
- perlambatan ekonomi
- ketegangan geopolitik
- fluktuasi harga energi dan pangan
Di dalam negeri, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi masih dalam target, sementara kebijakan fiskal difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Idrus menilai langkah pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan upaya menjaga stabilitas.
“Pemerintah sudah mengambil langkah untuk tidak menaikkan BBM. Ini menunjukkan komitmen menjaga kondisi tetap kondusif,” ujarnya.
Ia juga menilai narasi yang berkembang justru berpotensi berlawanan dengan upaya tersebut.
Topik “chaos 2026” turut ramai diperbincangkan di media sosial dengan berbagai respons dari masyarakat.
Sebagian menganggapnya sebagai bentuk kewaspadaan, sementara lainnya menilai perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kepanikan.
Topik “chaos 2026” turut ramai diperbincangkan di media sosial dengan berbagai respons dari masyarakat.
Sebagian menganggapnya sebagai bentuk kewaspadaan, sementara lainnya menilai perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kepanikan.
(Arie Dwi Prasetyo)


