Kemhan lakukan langkah pengiritan penggunaan BBM
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto (kedua kanan) menyampaikan sambutan saat Rapat Koordinasi Pengawakan Program Prioritas Presiden di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Rapat tersebut bertujuan untuk merumuskan program prioritas Presiden Prabowo yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz
Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara untuk mengantisipasi dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers resminya yang diterima di Jakarta, Senin (23/3) mengatakan, langkah antisipasi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya langkah proaktif dan efisiensi nasional.
"Langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas," kata Rico dalam siaran pers tersebut.
Beberapa kebijakan efisiensi bahan bakar antara lain penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi-fungsi tertentu, pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas.
Rico menegaskan langkah efisiensi ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat.
Dia juga memastikan bahwa bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman.
"Melalui langkah ini, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara," terang Rico.

