Ketua MPR minta negara-negara terkait hentikan perang di Timur Tengah
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerukan kepada seluruh negara yang terlibat konflik di Timur Tengah, yakni Amerika Serikat, Israel, dan Iran, untuk segera menghentikan perang dan kembali menempuh jalur diplomasi karena eskalasi konflik itu berdampak luas terhadap dunia.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerukan kepada seluruh negara yang terlibat konflik di Timur Tengah, yakni Amerika Serikat, Israel, dan Iran, untuk segera menghentikan perang dan kembali menempuh jalur diplomasi karena eskalasi konflik itu berdampak luas terhadap dunia.
"Saya Ahmad Muzani, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, menyerukan agar semua negara yang terlibat dalam peperangan menghentikan seluruh kegiatan peperangan di timur tengah," kata Muzani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Muzani mengatakan perang telah menyebabkan dunia krisis ekonomi, krisis energi, krisis kemanusiaan, krisis ekologi, dan perang itu tidak mengenal belas kasihan apa pun.
Konflik yang terjadi di Timur Tengah, kata Muzani, telah menjadi bencana global yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk berdampak ke Indonesia meskipun jaraknya jauh.
"Suasana perang yang sekarang sedang berkecamuk di Iran, antara Iran melawan Amerika dan Israel, adalah bencana besar bagi kemanusiaan, bencana besar bagi ekonomi, dan bencana besar bagi peradaban dan ekologi alam kita," katanya.
Menurut dia, dampak konflik tersebut mulai dirasakan melalui kenaikan harga kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Vietnam.
"Banyak negara-negara, termasuk Australia, kebutuhan barang pokok mulai naik. Itu bukan diakibatkan apa-apa, tapi diakibatkan perang di Timur Tengah dan itu adalah bencana kemanusiaan terbesar," katanya.
Selain itu, Muzani juga mengingatkan perang membawa dampak kemanusiaan yang sangat serius, termasuk kerusakan infrastruktur vital dan penderitaan masyarakat sipil.
Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu berbicara bahwa perang itu jahat, perang itu berbahaya, perang itu tidak mengenal belas kasihan.
Maka dari itu, Muzani mengingatkan bahwa Indonesia harus berperan dalam mendorong perdamaian dunia melalui jalur diplomasi dan perundingan internasional, hingga aktif mencari solusi.
"Kita harus kembali kepada perundingan, kepada diplomasi. Perang itu artinya kita tidak lagi percaya dengan diplomasi, dengan perundingan," katanya.
Maka dari itu, Muzani mengatakan bahwa Indonesia telah berkontribusi dalam misi perdamaian dunia, termasuk mengirimkan prajurit ke Lebanon untuk misi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Itu sebabnya, masyarakat marah ketika ada prajurit TNI yang gugur.
"Dia ke Lebanon Selatan itu bukan mau piknik, mereka ke Lebanon Selatan itu menjalankan misi PBB, menjalankan misi perdamaian yang diemban oleh PBB dan sedang menjalankan fungsi konstitusi kita, yakni menjaga perdamaian-perdamaian dunia," katanya.


