MPR RI: Dunia harus jamin keselamatan pasukan perdamaian PBB

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut dunia internasional harus menjamin keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB agar tidak menjadi sasaran konflik seperti yang terjadi di Lebanon.

Update: 2026-03-31 15:50 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut dunia internasional harus menjamin keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB agar tidak menjadi sasaran konflik seperti yang terjadi di Lebanon.

"Pasukan perdamaian membawa mandat kemanusiaan. Mereka tidak boleh menjadi sasaran konflik. Dunia harus memastikan perlindungan maksimal bagi mereka," ujar Lestari dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Lestari menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, kata dia, telah menyampaikan kecaman keras dan mendesak investigasi menyeluruh serta transparan atas insiden tersebut.

Dia menilai peristiwa itu menjadi peringatan serius bagi komunitas global dan diperlukan langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap pasukan PBB.

Anggota Komisi X DPR RI itu mendesak untuk memastikan adanya tindakan tegas atas setiap serangan terhadap personel PBB agar tidak terjadi impunitas.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan diplomasi internasional yang lebih intensif guna meredam eskalasi konflik.

"Ini bukan hanya duka bagi Indonesia semata, tetapi juga bagi dunia. Jangan sampai misi kemanusiaan dikalahkan oleh konflik bersenjata," katanya.

Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, ujarnya, menunjukkan bahwa risiko bagi pasukan perdamaian tetap tinggi.

Oleh karena itu, Lestari mendesak agar upaya perlindungan terhadap personel PBB tidak hanya menjadi komitmen normatif, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan.

Elshinta Peduli

Diketahui, tiga prajurit TNI dilaporkan tewas dalam insiden terpisah di wilayah operasi UNIFIL di Lebanon Selatan. Mereka menjadi bagian dari korban meningkatnya eskalasi konflik di kawasan perbatasan yang dalam beberapa pekan terakhir terus memanas.

Sejak awal Maret 2026, konflik di wilayah Lebanon Selatan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk warga sipil. Selain itu, sejumlah personel penjaga perdamaian PBB juga dilaporkan menjadi korban, baik meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.

Insiden yang menewaskan prajurit Indonesia disebut terjadi akibat serangan proyektil dan ledakan di sekitar area tugas pasukan perdamaian.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News