Partai Gema Bangsa deklarasi dukung Prabowo di Pilpres 2029
Partai Gema Bangsa deklarasikan dukungan penuh untuk Presiden Prabowo Subianto maju di Pilpres 2029. Alasannya, kesamaan visi kemandirian bangsa.
Elshinta/ Faren
Partai Gema Bangsa menegaskan eksistensinya sebagai kekuatan politik baru yang bertumpu pada gagasan kemandirian dan desentralisasi politik. Partai yang resmi diluncurkan pada 17 Januari 2025 ini genap berusia satu tahun dengan capaian pembentukan kepengurusan secara lengkap di 38 provinsi serta 100 persen di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Sekretaris Partai Gema Bangsa, Hardiansyah, mengatakan momentum satu tahun berdirinya partai menjadi tonggak penting untuk menegaskan arah dan tujuan perjuangan politik Gema Bangsa.
“Tentu saya ingin sampaikan bahwa Gema Bangsa sesungguhnya hadir pada tanggal 17 Januari 2025, dan 17 Januari tahun ini bertepatan dengan satu tahun Partai Gema Bangsa berdiri,” ujar Hardiansyah dalam konferensi pers di Plenary Hall JICC, Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Hardiansyah menegaskan bahwa kehadiran Partai Gema Bangsa bukan sekadar euforia pendirian partai politik.
“Kami ingin menegaskan bahwa Gema Bangsa hadir sebagai jawaban atas keresahan publik terhadap praktik politik yang selama ini cenderung sentralistik,” katanya.
Ia menambahkan, partainya berkomitmen menghadirkan model politik yang lebih egaliter dan memberi ruang luas bagi aspirasi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Hardiansyah juga menyampaikan adanya kesamaan visi antara Partai Gema Bangsa dan Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Salah satunya adalah soal kemandirian. Pak Prabowo sering mengatakan bahwa kita harus berdiri di atas kaki sendiri dan mandiri di negeri sendiri. Itu yang menjadi salah satu visi yang memang sama dengan kami,” ujarnya.
Atas dasar kesamaan visi tersebut, Hardiansyah menyampaikan bahwa Partai Gema Bangsa mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pemilihan Presiden 2029 mendatang.
“Kami melihat ada keselarasan visi dan arah perjuangan dalam membangun kemandirian bangsa,” kata Hardiansyah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa, Mohammad Sopiyan, menegaskan sikap partainya terkait sistem demokrasi di daerah.
“Kami menolak usulan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Kami tetap berpendapat bahwa pilkada harus dipilih langsung oleh rakyat,” ujar Sopiyan.
Menurutnya, pemilihan kepala daerah secara tidak langsung merupakan kemunduran demokrasi dan tidak sejalan dengan semangat reformasi.
Sopiyan juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut diundang dalam acara deklarasi Partai Gema Bangsa yang digelar pada Jumat, 17 Januari 2026, meski tidak dapat hadir secara langsung.
“Soal kehadiran Pak Prabowo, kami sadar kami masih partai baru. Beliau memang tidak bisa hadir, tetapi deklarasi ini adalah bentuk komitmen kami kepada publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sopiyan menegaskan bahwa deklarasi tersebut menjadi penanda resmi kehadiran Partai Gema Bangsa sebagai kekuatan politik baru.
“Dalam deklarasi ini, Partai Gema Bangsa memiliki tujuan untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan secara politik dan ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, partai tersebut mengusung tiga visi besar, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn, sebagai arah perjuangan politik ke depan. (Faren)


