PDIP dorong pembahasan RUU Pemilu diselesaikan, penting untuk kualitas demokrasi

Update: 2026-04-18 23:40 GMT

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mendorong agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu segera dilakukan oleh DPR bersama pemerintah. Hal ini dinilai penting mengingat tahapan pemilu yang panjang dan menyangkut kepentingan rakyat secara luas.

Hal tersebut disampaikan Hasto di Sekolah Partai PDIP, kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Menurutnya, pemilu merupakan instrumen utama dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

"Ya, tentu saja, karena pemilu mencakup hajat hidup orang banyak yang dimanifestasikan di dalam suara rakyat yang secara merdeka dan berdaulat menyampaikan pilihannya,” ujarnya.

Hasto menegaskan bahwa pemilu bukan sekadar agenda rutin, melainkan mekanisme penting yang harus dipersiapkan secara matang, termasuk melalui regulasi yang jelas.

"Pemilu merupakan mekanisme 5 tahunan di dalam membangun kualitas demokrasi yang harus dipersiapkan dengan baik, termasuk melalui Undang-Undang Pemilu,” katanya.

Hasto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas fraksi di DPR agar pembahasan RUU Pemilu dapat segera direalisasikan.

"Karena itulah, PDI Perjuangan mendorong kerja sama dengan fraksi-fraksi agar segera dilakukan pembahasan Undang-Undang Pemilu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa PDIP telah melakukan berbagai persiapan internal untuk mengkaji isu-isu strategis terkait sistem pemilu.

"Dan PDI Perjuangan telah mempersiapkan dengan mengadakan berkali-kali workshop untuk membahas isu-isu strategis terkait dengan sistem pemilu, terkait dengan ambang batas minimum, dan juga bagaimana meningkatkan independensi dari penyelenggara pemilu, agar asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil betul-betul dapat dijalankan," ungkapnya

Menurutnya, pembahasan RUU Pemilu harus dilakukan secara komprehensif agar mampu menghasilkan sistem pemilu yang lebih baik, transparan, dan berintegritas demi memperkuat demokrasi di Indonesia.

Arie Dwi Prasetyo/Ter

Similar News