Seskab Teddy: Tren ekonomi RI positif dan daya beli masyarakat terjaga
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa data memperlihatkan ekonomi Indonesia mengarah ke tren positif dengan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika global saat ini.
Dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Jumat (10/4), Seskab Teddy menyampaikan bahwa di tengah konflik global dan dampak dari situasi perang di Timur Tengah, kondisi di Indonesia saat ini berada dalam keadaan terkendali.
"Buktinya apa? Satu, di tengah konflik global dan dampak di Timur Tengah, perang di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, kesulitan BBM. Tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali," kata Seskab.
Kedua, katanya, data perekonomian dari ekonom yang benar menunjukkan, Indonesia mengarah ke tren positif dan optimis serta daya beli masyarakat terjaga.
Dia menjelaskan bahwa salah satu bukti nyatanya adalah dalam Lebaran selama dua tahun terakhir, kondisi harga bahan pokok tetap terjaga dan pasokan tersedia. Selain harga kebutuhan pokok yang tetap stabil, begitu juga dengan ketersediaan BBM juga terjaga.
"Harga bahan pokok, kebutuhan pokok tersedia, harga-harga stabil, BBM tersedia dan arus mudik lancar. Itu adalah fakta data yang tersedia di lapangan. Semua terukur di sini. Jadi, masyarakat jangan khawatir," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal itu didukung oleh kuatnya fundamental domestik, khususnya konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (9/4), dia menyampaikan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dapat mencapai 5,5 persen.
"Untuk kuartal pertama kita optimistis lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Kemudian kalau di akhir tahun lebih besar sama dengan 5,4 persen sesuai dengan perkiraan APBN," katanya.


