Bertepatan dengan Ramadhan, Imlek Festival 2026 serukan toleransi
Ketua Umum Panitia Imlek Festival Irene Umar mengatakan rangkaian acara Imlek Festival 2026 akan disesuaikan dengan kondisi Ramadhan termasuk puncak perayaannya yang diselenggarakan dengan adanya kegiatan buka puasa bersama.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Ketua Umum Panitia Imlek Festival Irene Umar mengatakan rangkaian acara Imlek Festival 2026 akan disesuaikan dengan kondisi Ramadhan termasuk puncak perayaannya yang diselenggarakan dengan adanya kegiatan buka puasa bersama.
“Untuk acaranya itu kan puncaknya tanggal 28 Februari, akan dimulai dari buka puasa, kemudian tarawih juga masuk ke dalam rangkaian tersebut supaya teman-teman ya jangan menggunakan alasan Imlek jadi melewatkan salat tarawih,” kata Irene dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Irene mengatakan, gelaran acara Imlek Festival akan berlangsung pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026, yang juga akan menampilkan bazar mulai tanggal 22 Februari dengan beragam booth UMKM makanan dan non makanan.
Untuk menyesuaikan jadwal Ramadhan, bazar akan mulai di buka menjelang berbuka puasa, agar bisa menjadi pilihan masyarakat untuk mencari makanan khas imlek di bazar. Selain itu, jamaah Muslim juga diajak melaksanakan ibadah shalat tarawih bersama di Masjid Istiqlal, setelah itu bisa melanjutkan beraktivitas dan menikmati festival di Lapangan Banteng.
Ia mengatakan perayaan imlek kali ini cukup spesial karena Indonesia menjadi negara yang sangat inklusif dimana perayaan dua agama diselenggarakan di waktu yang berdekatan.
Dalam perayaan imlek dan Ramadhan juga memiliki kebiasaan yang hampir sama yakni berdoa, bersilaturahmi ke rumah sanak saudara, makan makanan khas hari raya dan beramal atau berzakat. Irene mengatakan salah satu akulturasi budaya di bidang kuliner akan dihadirkan perpaduan ketupat khas lebaran dengan makanan Cap Gomeh yakni Ketupat Cap Gomeh.
“Harmoni Imlek Nusantara ini dikemas sebagai festival tahun baru yang merayakan keberagaman. Balik lagi ke Bhinneka Tunggal Ika itu melalui akulturasi,” katanya.
Festival Imlek 2026 juga menyuarakan budaya dalam empat pilar yaitu budaya sebagai jembatan akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara, inklusiftas, ruang publik untuk semua, dan budaya yang bergabung dengan kreativitas.


