Bupati Buleleng tekankan toleransi saat Nyepi dan Idul Fitri
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menekankan toleransi antar umat beragama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menekankan toleransi antar umat beragama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Saya mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi antar umat beragama untuk mewujudkan kedamaian untuk semua," kata I Nyoman Sutjidra saat mengikuti upacara Tawur Kesanga di Areal Catus Pata, Singaraja, Buleleng, Bali, Rabu.
Ia mengatakan, toleransi bukan hanya sebatas sikap saling memahami, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan dan kehidupan bermasyarakat. Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, aparat desa, dan pemuda, untuk aktif menjaga kondusivitas wilayah selama kedua perayaan berlangsung.
Sutjidra juga berharap seluruh umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan tertib dan disiplin.
“Karena Hari Raya Nyepi sekarang hampir bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Bupati Sutjidra mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim di mana pun berada.
“Mari kita jaga toleransi dan saling menghargai antar umat yang ada di Kabupaten Buleleng,” tegasnya.
Sementara dalam pelaksanaan Nyepi, Desa adat Buleleng mengerahkan lima ratus lebih pecalang untuk berjaga secara bergantian di masing-masing banjar adat.
“Mari kita toleransi. Mari ikuti aturan yang sudah dikeluarkan oleh FKUB yakni agar umat Muslim melaksanakan tarawihnya di masjid masing-masing,” ucap Kelian Desa Adat Buleleng I Nyoman Sutrisna.
Pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2026 diharapkan berjalan dengan penuh kebersamaan dan kedamaian.
Ini sebagai wujud toleransi antar umat beragama yang kuat dan harmonis di Kabupaten Buleleng.


