HKTI kirim bantuan Rp1 miliar dan gelar pasar murah jelang Ramadan
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 miliar kepada korban bencana di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, serta menggelar pasar murah menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 miliar kepada korban bencana di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, serta menggelar pasar murah menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Kegiatan tersebut dilakukan usai pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPN HKTI yang digelar di kantor HKTI, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (10/2).
Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono mengatakan, selain Rapimnas, HKTI juga langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program HKTI Peduli dan membuka pasar murah sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pangan.
“Hari ini HKTI melaksanakan Rapimnas, dilanjutkan dengan pengiriman bantuan untuk saudara-saudara kita di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Pemalang, serta membuka pasar murah HKTI di halaman kantor HKTI di Kementerian Pertanian,” kata Sudaryono yang didampingi Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Abdul Kadir Karding
Sudaryono menjelaskan, pasar murah tersebut merupakan bagian dari peran HKTI sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan pangan terjangkau menjelang Ramadan.
“Ini merupakan salah satu program HKTI sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan pangan yang terjangkau, murah, dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, khususnya menjelang bulan puasa Ramadan,” ujarnya.
Sementara terkait bantuan bencana, Sudaryono menyebutkan bahwa HKTI mengirimkan bantuan menggunakan 10 truk, masing-masing lima truk ke Bandung Barat dan lima truk ke Pemalang.
“Total ada sekitar 10 truk, lima ke Bandung Barat dan lima ke Pemalang, dengan nilai bantuan lebih dari Rp1 miliar,” katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Selasa (10/2).
Ia menambahkan, jenis bantuan yang dikirimkan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan hasil peninjauan langsung.
"Karena itu bantuan kami sesuaikan dengan kebutuhan, terutama untuk kedaruratan seperti pangan, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya,” ujarnya.
Selain bantuan darurat, HKTI juga menyatakan akan ikut mengawal proses rehabilitasi pascabencana, khususnya terkait pemulihan lahan pertanian.
“Setelah ini, HKTI akan ikut mengawal rehabilitasi pascabencana, termasuk penanaman kembali lahan pertanian yang rusak. Kami melihat salah satu penyebab banjir dan longsor adalah minimnya tanaman keras di lahan miring,” kata Sudaryono.
Menurut dia, HKTI akan mendorong penanaman tanaman keras seperti kopi dan tanaman buah di sela tanaman hortikultura.
“Salah satu yang kami prioritaskan adalah penanaman tanaman keras seperti kopi, durian, dan kelengkeng yang akarnya dalam, ditumpangsarikan dengan tanaman hortikultura, agar dapat mengurangi risiko bencana ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, bantuan dan pendampingan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di daerah terdampak.
“Kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jika masih dibutuhkan, tentu akan kami lanjutkan,” katanya.
Sudaryono juga menilai penanganan bencana di Indonesia secara umum harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi.
“Penanganan bencana harus komprehensif, dari tanggap darurat hingga rehabilitasi, serta mengatasi penyebab bencana agar tidak terulang,” ujarnya.
Pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut dilakukan langsung oleh jajaran DPN HKTI dan para pengurus melalui program HKTI Peduli untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Bandung Barat dan Pemalang.


