Imlek dan Ramadan berpadu, ribuan takjil mengalir di Pendapi Balai Kota Solo

Senja merambat pelan di Pendapi Balai Kota Surakarta. Langit berwarna jingga, sementara irama tabuhan barongsai menggema lembut, berpadu dengan lantunan azan yang segera menyapa waktu berbuka. Di tengah suasana itulah, ribuan paket takjil berpindah tangan—dari panitia perayaan Imlek kepada warga yang menjalankan ibadah puasa.

Update: 2026-02-24 12:20 GMT

Sumber foto: Agung Santoso/elshinta.com.

Indomie

Senja merambat pelan di Pendapi Balai Kota Surakarta. Langit berwarna jingga, sementara irama tabuhan barongsai menggema lembut, berpadu dengan lantunan azan yang segera menyapa waktu berbuka. Di tengah suasana itulah, ribuan paket takjil berpindah tangan—dari panitia perayaan Imlek kepada warga yang menjalankan ibadah puasa.

Panitia Imlek Bersama bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo Raya membagikan takjil gratis setiap sore selama rangkaian perayaan Imlek hingga puncak Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 mendatang. Sedikitnya 300 paket takjil disiapkan setiap hari, dengan total ribuan paket selama acara berlangsung.

Ketua Panitia Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto, mengatakan kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus simbol kebersamaan di tengah momentum dua perayaan besar yang beriringan.

“Kami panitia bersama Imlek bekerja sama dengan APPBI Solo Raya menyiapkan takjil setiap sorenya sebanyak 300 pack untuk mereka yang berpuasa,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Senin (23/2/2026).

Bagi Sumartono, pertemuan Imlek dan Ramadan bukan sekadar kebetulan kalender. Ia melihatnya sebagai ruang untuk memperkuat nilai toleransi yang selama ini tumbuh di Kota Bengawan. Takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di kawasan Balai Kota, tanpa memandang latar belakang.

Di antara antrean warga, Joko, warga Jebres bersama anaknya, tampak tersenyum saat menerima paket takjil. Ia mengaku sengaja datang untuk menyaksikan langsung suasana yang menurutnya mencerminkan wajah Surakarta yang sesungguhnya.

Elshinta Peduli

“Saya bersyukur pada panitia Imlek bisa membantu seperti saya-saya ini yang betul-betul membutuhkan,” katanya.

Menurutnya, kebersamaan semacam ini penting dirawat. “Kita ini negara berbhineka dan bermajemuk. Semua agama harus bergotong-royong, saling menolong,” ujarnya menambahkan.

Harmoni itu semakin terasa ketika Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, hadir di lokasi. Ia menyebut momen berbagi takjil di tengah perayaan Imlek sebagai gambaran nyata kehidupan masyarakat Surakarta yang inklusif.

“Ini sebuah harmoni yang sangat indah di Kota Surakarta sebagai kota inklusi, sebagai kota toleran, kita hidup berdampingan,” tuturnya usai membuka acara pembagian takjil.

Atraksi barongsai yang tampil menjelang waktu berbuka turut memeriahkan suasana. Anak-anak berlarian kecil, orang tua berbincang hangat, sementara paket takjil terus dibagikan. Ramadan dan Imlek berjalan berdampingan, tanpa sekat.

Astrid mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kolaborasi lintas komunitas tersebut. Menurutnya, konsistensi menjaga toleransi menjadi kunci harmoni di Surakarta. Pemerintah Kota, katanya, akan terus mendukung kegiatan yang mempererat persaudaraan antarumat beragama.

“Terima kasih untuk seluruh pihak yang sudah mendukung. Semua pihak yang tentunya selalu menjaga toleransi yang ada di Kota Surakarta,” ucapnya.

Di Pendapi Balai Kota itu, toleransi tak lagi sekadar slogan. Ia hadir dalam bentuk sederhana: sebungkus takjil, senyum yang tulus, dan keyakinan bahwa perbedaan bisa dirayakan bersama. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News