Labuhan Merapi peringati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali digelar

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengikuti Upacara Labuhan Merapi bersama Paring Dalem Surakso Hargo atau Mbah Asih bersama abdi dalem Keraton Jogja dengan membawa ubarampe dari Pendopo Museum Petilasan Mbah Maridjan menuju Sri Manganti Hargo Merapi, Selasa (20/1).

Update: 2026-01-20 11:50 GMT

Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengikuti Upacara Labuhan Merapi bersama Paring Dalem Surakso Hargo atau Mbah Asih bersama abdi dalem Keraton Jogja dengan membawa ubarampe dari Pendopo Museum Petilasan Mbah Maridjan menuju Sri Manganti Hargo Merapi, Selasa (20/1).

Labuhan Merapi merupakan rangkaian memperingati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke 38, sekaligus bentuk rasa syukur dan doa bagi keselamatan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Usai tiba di Sri Manganti Hargo Merapi, Upacara Labuhan Merapi dilanjutkan dengan prosesi ritual, doa, dan pembagian nasi serta lauk pauk kepada masyarakat sekitar. Tak hanya masyarakat lereng Gunung Merapi, pembagian ‘berkat’ ini pun juga dinikmati oleh wisatawan yang ikut menyaksikan Upacara Labuhan Merapi.

Melihat antusias masyarakat yang tinggi, Wabup Danang mengaku bersyukur bahwa salah satu Upacara Adat yang rutin diadakan di Kabupaten Sleman ini diminati oleh masyarakat sekitar dan wisatawan dari berbagai daerah. Ia pun berharap, semakin banyak orang yang dapat memahami dan memaknai Upacara Adat Labuhan Merapi ini.

“Artinya labuhan ini selain sebagai ritual budaya, juga menarik perhatian menjadi obyek wisata. Tentu ini sangat istimewa bagi kami,” jelasnya.

Di samping itu, Danang menyebut pelaksanaan Upacara Adat ini tak terlepas dari niat untuk memohon keberkahan hidup kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, juga menjadi bagian dari kegiatan ‘nguri-uri budaya’ atau pelestarian budaya.

“Ini bagi orang Jawa menjadi suatu keyakinan untuk mendekatkan kita kepada alam, kepada yang Maha Kuasa. Kita sebagai makhluk ciptaanNya ini bisa saling bersatu, saling menjaga alam,” lanjut Danang.

Elshinta Peduli

Lebih lanjut, Danang menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan prosesi adat dapat berjalan sebagaimana semestinya.

“Harapan kami tentunya Labuhan ini selain menjadi ritual khusus, juga kedepannya dapat terus menjadi daya tarik bagi wisatawan, khususnya bagi yang ingin melihat secara langsung kegiatan budaya ini sebagai bagian dari nguri-uri budaya di Kabupaten Sleman,” kata Danang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (20/1).

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News