LAZISMU dan Pemkot Magelang bedah rumah warga Nambangan jadi layak huni
Rasa syukur dan haru disampaikan Agus Romadhon (48), warga RW 20 RT 06 Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah.
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Rasa syukur dan haru disampaikan Agus Romadhon (48), warga RW 20 RT 06 Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah.
Rumah sederhana berukuran 5 x 8 meter yang selama ini ia tempati bersama istri dan tiga anaknya kini berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman berkat sinergi LAZISMU Kota Magelang dan Pemerintah Kota Magelang.
Agus mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya, terlebih anak bungsunya yang berusia lima tahun tengah menderita meningitis sehingga membutuhkan lingkungan rumah yang bersih dan layak untuk pemulihan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZISMU dan Pak Wali Kota yang sudah membantu memperbaiki rumah kami. Sekarang rumahnya jauh lebih baik dan nyaman untuk ditinggali,” ungkap Agus saat peresmian rumahnya, Senin (19/1/2026) sore.
Sehari-hari Agus bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, akibat penyakit jantung yang dideritanya, ia berencana beralih profesi dengan berjualan dari rumah.
Dalam renovasi tersebut, disediakan pula ruang kecil yang akan difungsikan sebagai warung sederhana untuk menunjang perekonomian keluarga.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZISMU Kota Magelang yang selama ini konsisten bersinergi dengan pemerintah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Ini contoh nyata kolaborasi antara Pemkot Magelang dan LAZISMU. Sasarannya adalah warga Kota Magelang tanpa melihat latar belakang,” ujar Damar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (20/1).
Pemkot Magelang juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga lain seperti Baznas, PSMTI, serta program CSR Bank Jateng dan pihak lainnya sebagai wujud komitmen melayani masyarakat.
“Kami terus mendata rumah tidak layak huni untuk diperbaiki agar menjadi hunian yang layak ditempati,” katanya.
Damar juga meminta peran aktif RT dan RW untuk mendata warga yang rumahnya masih tidak layak huni dan segera melaporkannya kepada lurah atau camat. Dengan keterbatasan anggaran, Pemkot akan terus menggandeng berbagai lembaga agar seluruh warga Kota Magelang dapat tinggal di rumah yang layak.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kota Magelang, Nugroho Adibroto, menjelaskan, program bedah rumah pada tahun 2025 dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Wates dan Nambangan, termasuk rumah milik Agus Romadhon tersebut.
“Pak Agus sebelumnya juga merupakan penerima manfaat bantuan pengobatan untuk anaknya. Untuk bedah rumah ini, kami menganggarkan sekitar Rp28 juta yang digunakan untuk perbaikan dinding, lantai, dan kamar mandi,” jelasnya.
Sebelum direnovasi kondisi rumah belum diplester lantainya, tidak memiliki sekat ruangan, serta sanitasi yang kurang layak. Proses pengerjaan semula ditargetkan selesai dalam tiga minggu, namun sempat molor menjadi satu bulan karena Agus mengalami gangguan kesehatan jantung.
“Alhamdulillah sekarang rumah sudah lebih layak, bahkan ditambah ruang kecil untuk usaha istri Pak Agus,” pungkas Nugroho.


