MATAKIN gelar perayaan nasional Imlek 2577 Kongzili dihadiri Presiden ke-6 RI

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menyelenggarakan Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Grand Sahid Jaya, Minggu (22/2).

Update: 2026-02-22 10:32 GMT

Sumber foto: Ivan Iskandaria/elshinta.com


Elshinta Peduli

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menyelenggarakan Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Grand Sahid Jaya, Minggu (22/2). Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek tahun 2026 mengangkat tema: "Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan".

Turut hadir pada acara ini, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie, Para Tokoh Umat Khonghucu dan tamu undangan khusus lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada umat Konghucu dan warga bangsa yang merayakan. Ucapan ini sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dalam perayaan keagamaan.

"Atas nama Kementerian Agama dan pribadi menyampaikan selamat tahun baru Imlek 2577 Kongzili, gong he xin xi kong hesin si wan she ru yi, kepada umat Konghucu dan warga bangsa yang merayakan. Semoga tahun yang baru ini membawa kedamaian, kesehatan, kebijaksanaan, dan kesejahteraan bagi kita semuanya,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Menag juga mengingatkan pentingnya nilai keadilan sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.

"Upaya menghadirkan keadilan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga. Momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, diharapkan menjadi penguat nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas dalam membangun kehidupan yang harmonis," tegas Menag.

Elshinta Peduli

Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga menekankan Imlek yang di rayakan adalah cara untuk berintrospeksi dengan mengenang jasa-jasa para leluhur dan mengenang dari mana kita berasal. Imlek adalah energi bagi masa depan kehidupan yang lebih baik.

"Negara ingin menjadikan Imlek sebagai simbol kekuatan nasional kekuatan nasional, persatuan, dan keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) merawat kemajemukan demi keutuhan NKRI," ujar Ketua MPR RI.


Ketua Umum MATAKIN, Xs Budi Santoso berharap seluruh Umat Konghucu tetap lurus di dalam kebenaran dan keadilan.

"Keadilan adalah kunci untuk mengatasi berbagai persoalan di Tanah Air, seperti persatuan dan kemiskinan," tegas Xs Budi seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Ivan Iskandaria, Minggu (22/2).

Budi Santoso menjelaskan Imlek bagi umat Khonghucu merupakan ibadah kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, karena dalam keimanan Khonghucu menyambut tahun baru merupakan saat yang tepat untuk bersyukur kepada Tuhan atas berkat dan rahmatNya. Selain itu juga merupakan momen untuk mengungkapkan tekad memperbaharui diri, menjadi umat manusia yang lebih baik dengan meninggalkan sikap dan perilaku tidak terpuji yang telah terjadi di tahun sebelumnya.

"Imlek Nasional sejak awal bukan ajang hura-hura. Ini adalah ruang perenungan, doa, dan penguatan nilai kebajikan bagi bangsa," tutup Budi Santoso. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News