Menteri Haji apresiasi peran LDII jaga harmoni bangsa
Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat ketahanan bangsa di tengah dinamika global.
Sumber foto: Ivan Iskandaria/elshinta.com.
Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat ketahanan bangsa di tengah dinamika global.
Irfan menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta, Selasa, (7/4/2026).
“Saya melihat LDII telah menunjukkan peran nyata melalui dakwah yang menyejukkan, penguatan karakter, serta kontribusi sosial dalam menjaga harmoni dan memperkuat ketahanan sosial bangsa,” ujar Menteri Irfan.
Ia menilai, keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti LDII memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Menurut dia, situasi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik berdampak pada berbagai sektor, mulai dari energi, pangan, hingga stabilitas ekonomi, sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Kita membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri dalam membangun bangsa,” katanya.
Irfan menambahkan, keberagaman Indonesia menjadi kekuatan besar yang harus dijaga melalui nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan karakter masyarakat yang kuat.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Munas X LDII yang dinilai berlangsung dalam suasana sejuk dan konstruktif, serta mampu menjadi momentum memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan nasional.
Sementara itu, Ketua Umum LDII Chriswanto Santoso menegaskan bahwa organisasinya siap terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan nasional, termasuk melalui berbagai program prioritas yang bersinergi dengan agenda pemerintah.
“Kehadiran LDII harus memberi manfaat bagi bangsa dan negara. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus berkontribusi,” ujar Chriswanto seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Ivan Iskandaria, Selasa (7/4).
Ia menyebutkan LDII memiliki delapan program prioritas, di antaranya pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, energi baru terbarukan, hingga penguatan teknologi digital.
Chriswanto juga menekankan pentingnya peran ormas dalam membantu pemerintah menghadapi dampak konflik global, termasuk dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di dalam negeri.
Munas X LDII yang berlangsung pada 7–9 April 2026 tersebut diikuti ratusan peserta secara langsung serta ribuan peserta dari seluruh Indonesia secara daring, dengan agenda evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja, dan pemilihan kepengurusan baru.


