Muhammadiyah Bekasi desak Pemkot tegas tutup hiburan malam saat Ramadan

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi, Jawa Barat meminta Pemerintah Kota Bekasi bersikap tegas dengan menutup tempat hiburan malam dan mengatur operasional restoran selama bulan suci Ramadan.

Update: 2026-02-18 08:40 GMT

Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.

Indomie

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi, Jawa Barat meminta Pemerintah Kota Bekasi bersikap tegas dengan menutup tempat hiburan malam dan mengatur operasional restoran selama bulan suci Ramadan.

Ketua PDM Kota Bekasi, Zahrul Hadiprabowo mengatakan tempat hiburan malam diimbau untuk tidak beroperasi selama bulan puasa sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah.

“Terkait hiburan malam, memang diimbau untuk tidak buka selama Ramadan,” katanya Zahrul seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Rabu (18/2/2026).

Sementara itu, mengenai restoran, Zahrul menyebutkan usaha kuliner tetap diperbolehkan beroperasi dengan mempertimbangkan aspek toleransi dan penghormatan kepada masyarakat Muslim yang berpuasa.

"Aktivitas makan tidak dilakukan secara mencolok di ruang terbuka karena perlu memperhatikan kepentingan umat Islam," ungkapnya.

Ia menilai, pengaturan tersebut bukan untuk membatasi kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk toleransi antarumat beragama agar suasana Ramadan tetap kondusif.

Dalam pelaksanaannya, Muhammadiyah menyerahkan sepenuhnya koordinasi dan pengawasan kepada pemerintah daerah.

“Ini bentuk toleransi bersama. Kami berharap pemerintah yang mengoordinasikan imbauan tersebut, bukan masing-masing organisasi,” tuturnya.

PDM Kota Bekasi berharap kebijakan yang diambil pemerintah dapat berjalan efektif melalui pengawasan yang tegas dan komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha.

"Dengan demikian, kegiatan ekonomi tetap berlangsung tanpa mengganggu kekhusyukan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa," pungkasnya. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News