Ratusan Tatung Singkawang lakukan ritual cuci jalan jelang Cap Go Meh
Ratusan tatung di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melaksanakan ritual cuci jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Senin (2/3), atau sehari menjelang puncak perayaan Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Ratusan tatung di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melaksanakan ritual cuci jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Senin (2/3), atau sehari menjelang puncak perayaan Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili.
Ritual cuci jalan merupakan tradisi sakral yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Prosesi ini diyakini sebagai simbol pembersihan dan penetralan jalan yang akan dilalui para tatung pada pawai puncak Cap Go Meh.
Pantauan di lokasi, ratusan tatung dengan berbagai atribut dan properti ritual melakukan atraksi di sekitar vihara yang berada di pusat kota tersebut. Aksi mereka menyedot perhatian ribuan warga, baik masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar daerah.
Salah seorang pengunjung asal Bandung, Anton, mengaku terpukau menyaksikan langsung ritual tersebut.
“Ini pertama kali saya ke Singkawang. Biasanya hanya melihat dari berita di internet atau televisi. Ternyata suasananya jauh lebih meriah dan terasa sakral,” katanya.
Anton datang bersama sejumlah rekannya dan menginap di salah satu hotel di Singkawang untuk mengikuti seluruh rangkaian perayaan Cap Go Meh.
“Benar-benar keren dan luar biasa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Magdalena, pengunjung asal Kabupaten Sintang. Ia mengaku sudah dua kali datang ke Singkawang untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh.
“Atraksi tatung di Singkawang ini memang khas dan berbeda. Selain unik, saya melihat tingkat toleransi masyarakatnya sangat tinggi, apalagi tahun ini bertepatan dengan bulan puasa,” katanya.
Menurut dia, suasana harmonis dan saling menghormati antarumat beragama di Singkawang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Kesannya sangat luar biasa. Toleransinya tinggi dan suasana seperti ini rasanya sulit ditemui di tempat lain,” ujarnya.
Ia juga menilai perayaan Cap Go Meh di Singkawang tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.
“Banyak wisatawan dari luar negeri yang ikut menonton dan mengabadikan momen,” katanya.
Festival Cap Go Meh di Singkawang dikenal sebagai salah satu perayaan terbesar di Indonesia dan menjadi agenda wisata tahunan yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.


