Ribuan warga meriahkan Grebeg Gethuk Hari Jadi ke 1.120 Kota Magelang
Ribuan warga Kota Magelang dan sekitarnya, menyaksikan prosesi Grebeg Gethuk dalam rangka memperingati hari jadi ke-1.120 Kota Magelang, Minggu (12/4/2026). Sejak pagi hari, warga Sudah berduyun-duyun menuju lokasi acara.
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Ribuan warga Kota Magelang dan sekitarnya, menyaksikan prosesi Grebeg Gethuk dalam rangka memperingati hari jadi ke-1.120 Kota Magelang, Minggu (12/4/2026). Sejak pagi hari, warga Sudah berduyun-duyun menuju lokasi acara.
Akses jalan menuju alun-alun Nampak padat, seperti di jalan Ahhmad yani, Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Sutopo dan akses jalan lai menuju kawasan Aun-alun.
Grebeg Gethuk merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti-nanti masyarakat setempat. Event ini merupakan puncak dari peringatan hari jadi ke-1.120 Kota Magelang.
Dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Senin (13/4), prosesi Grebeg Gethuk sudah dimulai sejak pagi di Mantyasih, dimana lokasi ini diyakini sebagai cikal bakal keberadaan Kota Magelang.
Di Pendopo Mantyasih diadakan fragmen Bhmi Pardikan Mantyasih. Dilanjutkan dengan Kirab Bergodo Mantyasih.
Ada perbedaan prosesi Grbeg Gethuk dimana untuk upacara adat Jawa penyerahan prasasti dilaksanakan di Pendopo Alun-alun yang terletak di eks BDPim Keuangan. Tahun-tahun sebelumnya, prosesi upacara adat dilaksanakan di Alun-alun.
Setelah itu, dilanjutkan dengan Kirab Pengageng Wali Kota dan Kirab Bulu Bekti menuju Alun-alun. Kirab Bulu bekti diikuti 17 kelurahan yang ada di Kota Magelang. Masing-masing kelurahan membawa gunungan potensi wilayah masing-masing.
Sebelum prosesi kirab, digelar doa bersama untuk kesejahteraan dan ketentraman masyarakat Kota Magelang.
Tiba di alun-alun, Walikota Damar Prasetyono menyapa seluruh masyarakat yang sudah berkumpul, dilanjutkan dengan sendratari kolosal Babar Mahardika.
Usai sendratari kolosal, acara yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat adalah grebeg gethuk, dimana semua gunungan baik gunungan gethuk, gunungan palawija maupun gunungan potensi wilayah, di perebutkan oleh warga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Nur Wiyono Slamet mengatakan, dalam grebeg Gethuk ada dua gunungan gethuk yang diberi nama gunungan lanang (laki-laki) dan gunungan estri (Perempuan).
Dibutuhkan 2 kuintal ketela untuk membuat dua gunungan gethuk, masing-masing memiliki tinggi 3 meter dengan diameter 2,5 meter. Gethuk yang digunakan merupakan produk UMKM Kota Magelang. Gethuk merupakan makanan khas dari Magelang khas Jateng.
Sementara itu, wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan apresiasi pada semua yang terlibat dalam kegiatan grebeg gethuk, termasuk pelajar dan seniman.
Dalam momen ini, pemerintah juga memperkenalkan pendopo baru yang diberi nama pendopo alun-alun yang berada di sisi utara alun-alun. Pendopo ini merupakan hibah dari kementerian keuangan kepada pemerintah kota Magelang, sehingga tahun ini bisa dimanfaatkan 100 persen.
Dalam Grebeg gethuk kali ini, pendopo juga dimanfaatkan sebagai lokasi dimulainya kirab.


