Rupang Buddha Nusantara sambut 50 Tahun Sangha Theravāda Indonesia

Vihāra Buddha Sakyamuni, Kota Denpasar, Bali, menjadi pusat pelaksanaan Upacara Pengecoran Ketiga bagian Rupang Buddha Nusantara dalam rangka menyambut Tahun Kencana atau 50 tahun Sangha Theravāda Indonesia (STI), Minggu, 8 Maret 2026.

Update: 2026-03-09 14:20 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Vihāra Buddha Sakyamuni, Kota Denpasar, Bali, menjadi pusat pelaksanaan Upacara Pengecoran Ketiga bagian Rupang Buddha Nusantara dalam rangka menyambut Tahun Kencana atau 50 tahun Sangha Theravāda Indonesia (STI), Minggu, 8 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian nasional pengecoran Rupang Buddha Nusantara setinggi lima meter yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia sebagai simbol persatuan umat Buddha.

Ketua Panitia Nasional Tahun Kencana Sangha Theravāda Indonesia (STI) Bhante Atthadhīro Thera menjelaskan bahwa prototipe rupang Buddha tersebut terinspirasi dari arca Buddha yang ditemukan di Candi Sewu, kompleks candi Buddhis terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Borobudur.

Bhante Atthadhīro Thera mengatakam rupang tersebut menggunakan Bhumisparsa Mudrā atau sikap tangan menyentuh bumi yang juga merupakan ciri khas Buddha Akşobhya.

“Hal itu menjadi pengingatan tentang kebajikan itu, meski tidak ada melihat dan tidak ada yang mencatat, tetapi bumi menjadi saksi dari kebajikan itu,” kata Bhante Atthadhīro Thera seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (9/3).

Menurutnya, mudra tersebut melambangkan bumi sebagai saksi atas kesempurnaan kebajikan (pārami) yang telah dikumpulkan oleh Petapa Gotama dalam berbagai kehidupan sebelumnya hingga mencapai Pencerahan Sempurna atau Sammāsambuddha.

Elshinta Peduli

Proses artistik pembuatan rupang dikerjakan oleh seniman Sugito Sutarmin dari Amertha Art Studio. Seluruh logam yang digunakan dalam pengecoran berasal dari donasi umat Buddha sebagai bentuk persembahan atau dāna.

Bhante Atthadhīro Thera menjelaskan bahwa pengecoran rupang dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah Nusantara agar umat Buddha dari berbagai daerah dapat berpartisipasi dalam kegiatan kebajikan tersebut.

“Apakah itu berdana atau meditasi hingga belajar Suta-Suta dalam rangka mengembangkan kebijaksanaan. Segala kebajikan ini, selain berguna buat umat Buddha, tentunya didedikasikan. Semoga bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) senantiasa hidup makmur, damai dan sejahtera, karena kebahagiaan ini buat semuanya. Kita memiliki slogan, yakni usaha-usaha mereka yang bersatu adalah sebab dari kebahagiaan,” tegasnya.

Di Bali, kegiatan pengecoran yang berlangsung di Vihāra Buddha Sakyamuni Denpasar dihadiri sekitar 50 bhikkhu anggota Sangha serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Bali dan luar kota.

Prosesi ini juga dirangkaikan dengan perayaan Māghapūjā 2569 TB/2026, yang merupakan hari besar umat Buddha untuk mengenang peristiwa agung Caturāńgasannipäta.


Peristiwa tersebut menjadi momen penting dalam sejarah ajaran Buddha karena ditetapkannya Ovāda Patimokkha oleh Sang Buddha, yakni prinsip dasar ajaran para Buddha untuk tidak berbuat jahat, senantiasa menambah kebajikan, serta menyucikan pikiran.

Rangkaian pengecoran Rupang Buddha Nusantara dilakukan di berbagai daerah, mulai dari Medan di Pulau Sumatra, Samarinda di Kalimantan, Denpasar di Bali, Palu di Sulawesi, Surabaya di Jawa, hingga Jakarta sebagai lokasi penutup.

“Kegiatan itu masih terus berlangsung hingga nanti sampai Puncak Acara, yakni pada 13 Desember 2026, tepatnya di IBSD Kota Tangerang Selatan,” lanjutnya.

Bhante Atthadhīro Thera juga menambahkan bahwa bagian terakhir yang akan dicor adalah Mustaka atau kepala rupang Buddha.

“Jadi, sekarang di wilayah-wilayah ini adalah bagian-bagian tubuh, yakni ada lengan dan badan, termasuk juga kaki, tapi nanti yang paling terakhir adalah Mustaka atau kepala. Itu nanti menjadi Puncak Acara Pengecoran di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, pada 21 Juni 2026,” sambungnya.

Setelah seluruh proses selesai, Rupang Buddha Nusantara akan ditempatkan di Vihāra Bhumi Dhamma Nusantara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Bhante Atthadhīro Thera berharap kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan umat Buddha di seluruh Indonesia serta membawa kedamaian bagi masyarakat luas.

“Karena ini diselenggarakan di berbagai wilayah yang ada di Nusantara. Semoga kita semuanya hidup damai, tentram dan bahagia. Tali persaudaraan selalu menyertai kita semua. Semoga semuanya hidup berbahagia,” pungkasnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News