Pengamat: John Herdman ujian serius PSSI bangun Timnas Indonesia

Update: 2026-01-03 11:27 GMT

Foto : PSSI

Elshinta Peduli

PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, sebuah keputusan yang dinilai strategis untuk mengarahkan ulang perjalanan sepak bola nasional menghadapi agenda padat internasional sepanjang 2026 hingga Piala AFF 2026. Penunjukan pelatih asal Inggris itu menandai dimulainya era baru skuad Garuda setelah sempat tanpa pelatih kepala hampir setengah tahun pascakegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pengamat sepak bola Kesit B Handoyo menilai Herdman datang dengan rekam jejak kuat, baik saat menangani Timnas Putri Kanada yang tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011 serta meraih dua medali Olimpiade, maupun membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah absen 36 tahun. “Dari rekam jejaknya, harapan publik tentu besar agar pengalaman itu bisa ditularkan ke Indonesia,” ujar Kesit dalam wawancara di Radio Elshinta Sabtu (03/01/2026) sore.

Menurut Kesit, meski tepat atau tidaknya penunjukan Herdman masih bersifat relatif karena belum bekerja, PSSI dan publik akan menaruh ekspektasi tinggi terhadap tugas berat yang diemban sang pelatih. Ia menyebut penunjukan ini harus sejalan dengan keinginan federasi dan masyarakat untuk melihat Timnas Indonesia bersaing di level tertinggi. “Ini bukan sekadar soal nama besar, tapi apakah sesuai dengan kebutuhan riil Timnas saat ini,” katanya.

Elshinta Peduli

Kesit menjelaskan Herdman dikenal sebagai pelatih ulet, motivator kuat, dan memiliki mental kompetitif tinggi, yang diharapkan bisa memberi dampak positif bagi mentalitas pemain. Ia menilai pendekatan tersebut berpotensi diterapkan di Indonesia, meski harus disesuaikan dengan konteks lokal. “Kanada adalah Kanada, Indonesia adalah Indonesia, tentu ada perbedaan budaya, sistem, dan sumber daya,” ujarnya.

Ia menegaskan keberhasilan Herdman di Kanada tidak lepas dari dukungan sistem federasi dan kualitas sumber daya manusia yang sudah matang sejak awal. Oleh karena itu, Kesit menilai PSSI perlu memastikan dukungan organisasi yang konsisten agar program kepelatihan berjalan efektif. “Ini yang harus dicermati, apakah federasi dan ekosistem sepak bola kita siap mendukung,” kata Kesit.

Dalam pandangannya, pelatih Timnas Indonesia idealnya menetap di dalam negeri agar memahami karakter pemain lokal dan perkembangan kompetisi nasional. Kesit juga menekankan pentingnya transfer ilmu kepada pelatih lokal melalui keterlibatan langsung dalam tim kepelatihan. “Transfer knowledge ini krusial supaya kapasitas pelatih lokal ikut meningkat,” ujarnya.

Kesit menilai regenerasi pemain menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Herdman, mengingat kompetisi usia muda di Indonesia belum berjalan optimal. Ia menyebut pelatih baru harus aktif melakukan talent scouting, baik dari Liga 1 dan Liga 2 maupun daerah-daerah potensial. “Kita tidak bisa selamanya bergantung pada pemain diaspora,” katanya.

Terkait potensi konflik ego pemain bintang, Kesit melihat karakter Herdman yang relatif fleksibel dan memberi ruang kreativitas bisa menjadi kelebihan tersendiri. Ia menilai pendekatan tersebut dapat membantu membangun komunikasi yang lebih sehat di dalam tim. “Dia bukan pelatih yang terlalu kaku dalam skema permainan,” ujarnya.

Menatap agenda Piala AFF 2026 yang kini masuk kalender resmi FIFA, Kesit menyebut target juara layak dibebankan kepada Timnas Indonesia jika komposisi pemain terbaik, termasuk diaspora, bisa tampil penuh. “Dengan materi pemain yang ada, target juara itu wajar dan harus berani dipasang,” katanya.

Sementara untuk target jangka panjang, Kesit mengingatkan pentingnya kesabaran publik dan konsistensi federasi dalam mendukung pelatih. Ia menilai target realistis lolos Piala Dunia seharusnya diarahkan ke 2030 dengan proses yang matang. “Yang paling penting jangan panik dan jangan mudah mengganti pelatih, karena itu justru merusak fondasi,” ujarnya.

Penunjukan John Herdman pun menjadi ujian bukan hanya bagi sang pelatih, tetapi juga bagi PSSI dan ekosistem sepak bola nasional untuk membuktikan komitmen membangun Timnas Indonesia secara berkelanjutan.

Deddy Ramdhany

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News