Kemenangan Bhayangkara atas Dewa United: Ini respon tiap pelatih

Kemenangan Bhayangkara atas Dewa United: ini respon tiap pelatih setelah laga bhayangkara vs dewa united di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.

Update: 2026-01-06 06:48 GMT

Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster (kiri) dan pelatih Dewa United, Olde Reikerink (kanan) saat memberikan pernyataan usai pertandingan. (Sumber: Antara)

Elshinta Peduli

Bhayangkara Presisi Lampung FC kembali ke jalur kemenangan pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 setelah menekuk Dewa United dengan skor tipis 1–0 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, Senin (5/1/2026). Laga ini menjadi momen penting bagi Bhayangkara usai melalui empat pertandingan tanpa kemenangan sebelumnya, sekaligus memberi bahan evaluasi bagi pelatih kedua tim terkait performa dan strategi yang diterapkan di lapangan.

Dimulainya laga

Gol semata wayang dalam pertandingan lahir pada menit ke-43 melalui sundulan Fareed Sadat yang memanfaatkan umpan lambung dari rekan setimnya. Bhayangkara sempat dirundung kendala pada babak kedua setelah salah satu pemainnya mendapat kartu merah dan harus bermain dengan sepuluh pemain untuk sebagian besar laga, namun tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir.

Respon pelatih Bhayangkara

Pelatih Paul Munster menilai kemenangan Bhayangkara atas Dewa United sebagai buah kerja keras seluruh skuad. Menurut Munster, para pemain berhasil menjaga fokus meskipun dalam situasi sulit setelah kehilangan satu pemain. Ia menekankan bahwa tim tetap mampu menjalankan instruksi teknis dengan baik dan mempertahankan struktur permainan bahkan ketika mendapat tekanan berkelanjutan dari Dewa United.

Munster juga memuji semangat kolektif tim yang tidak menyerah di tengah pertandingan yang penuh tantangan. Menurutnya, penampilan disiplin dan solidaritas di antara para pemain menjadi kunci dalam mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit akhir dibunyikan.

Elshinta Peduli

Respon pelatih Dewa United

Sementara itu, pelatih Jan Olde Riekerink dari Dewa United mengakui kekalahan timnya berakar dari ketidakmampuan memanfaatkan ruang yang tersedia di lapangan secara efektif. Ia menyatakan bahwa kegagalan eksekusi ruang menjadi faktor utama yang membuat Dewa United tidak bisa menembus pertahanan Bhayangkara secara konsisten.

Riekerink juga sempat menyoroti aspek kepemimpinan wasit yang menurutnya kurang tegas dalam menghadapi pelanggaran berulang sejak awal laga. Menurut pelatih asal Belanda itu, kondisi tersebut turut mempengaruhi alur permainan dan menyulitkan timnya untuk mengembangkan permainan sesuai rencana.

Analisis singkat kedua tim

Bhayangkara menunjukkan pendekatan permainan yang lebih terorganisir dan disiplin pertahanan, terutama setelah mengalami penalti jumlah pemain. Keberhasilan mempertahankan skor tipis menunjukkan kedewasaan taktik dalam situasi bertahan. Sementara itu, Dewa United, meskipun sebagian besar laga bermain dengan keunggulan jumlah pemain, belum efektif dalam memaksimalkan peluang yang diciptakan, terutama dalam memanfaatkan ruang di lini tengah dan depan.

Hasil ini membawa Bhayangkara naik ke posisi tengah klasemen sementara Super League dengan koleksi poin yang lebih aman, sedangkan Dewa United masih berkutat di zona bawah klasemen dan perlu segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki tren hasil pertandingan berikutnya.

Pertandingan bhayangkara vs dewa united tidak hanya menghadirkan kejutan pada hasil akhir, tetapi juga respons taktis dari pelatih kedua kubu. Paul Munster menyoroti semangat juang dan disiplin pemainnya, sedangkan Jan Olde Riekerink menekankan perlunya efisiensi ruang serta evaluasi strategis timnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News