Didepak MU: Ini alasan pemecatan Ruben Amorim
Manchester United resmi pecat Ruben Amorim. Artikel ini mengulas alasan pemecatan, termasuk hasil buruk, konflik internal, dan pernyataan kontroversial Amorim.
Ruben Amorim. (Sumber: Instagram/@manutd)
Manchester United secara resmi mengumumkan pemutusan kontrak dengan pelatih kepala Ruben Amorim pada 5 Januari 2026, hanya beberapa jam setelah pelatih asal Portugal itu membuat pernyataan kontroversial dalam konferensi pers usai pertandingan liga. Keputusan ini menandai berakhirnya masa jabatan Amorim yang penuh tantangan sejak diangkat November 2024. Di balik keputusan ini, sejatinya ada beberapa alasan pemecatan dirinya.
1. Performa yang tidak konsisten
Selama 14 bulan menjabat, catatan performa Manchester United di bawah Ruben Amorim jauh dari ekspektasi tinggi klub. United duduk di posisi keenam klasemen Liga Primer Inggris, dengan rekor kemenangan, imbang, dan kekalahan yang tidak meyakinkan. Kebijakan taktis Amorim tidak memberikan perkembangan yang signifikan, dan tim kerap kesulitan mendapatkan hasil positif konsisten. Prestasi terburuk musim sebelumnya termasuk finis paling rendah dalam sejarah klub di era Liga Primer.
2. Taktik yang tak fleksibel
Salah satu alasan utama yang disebut dalam berbagai laporan adalah tekunnya Amorim pada formasi dan taktik tertentu, seperti 3-4-2-1, meskipun para pengamat dan klub menilai hal tersebut tidak cocok dengan profil skuad yang dimiliki Manchester United. Penolakan Amorim untuk beradaptasi dengan kebutuhan taktik Premier League membuat hasil di lapangan semakin menurun dan mereduksi rasa percaya manajemen terhadap visinya.
3. Konflik dengan manajemen dan kebijakan transfer
Ketegangan di ruang internal Manchester United semakin meningkat karena perbedaan pandangan antara Amorim dan petinggi klub, termasuk direktur sepak bola Jason Wilcox, terutama soal kebijakan transfer dan strategi pembangunan skuad. Laporan menunjukkan klub tidak sepenuhnya mendukung pembelian pemain yang diinginkan Amorim, dan terjadi perselisihan soal prioritas di bursa transfer Januari. Hal ini memperburuk hubungan dengan manajemen dan mengikis kepercayaan atas arah proyek jangka panjang MU.
4. Pernyataan kontroversial sebagai pemicu langsung
Faktor yang disebut sebagai pemicunya pemecatan adalah pernyataan publik Amorim pada konferensi pers setelah laga imbang 1-1 melawan Leeds United. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa dirinya datang sebagai “manager” bukan sekadar “head coach” dan menyiratkan kritik terhadap struktur klub serta peran kolega di departemen pengintai pemain. Pernyataan ini dipandang sebagai serangan terbuka terhadap hierarki internal klub dan mempercepat keputusan pemecatan yang diambil dalam waktu kurang dari 24 jam setelah konferensi pers tersebut.
5. Hubungan internal yang menegang
Selain soal masalah taktik lapangan dan isu transfer pemain, berbagai sumber juga menyebut bahwa ketegangan antara Amorim dan staf manajemen semakin nyata dalam beberapa pekan terakhir masa jabatannya. Komentar yang tajam dan kritik terbuka terhadap keputusan klub menunjukkan hubungan yang tidak harmonis, yang dalam konteks dinamika klub sebesar Manchester United dianggap mengganggu stabilitas dan visi jangka panjang.
Langkah selanjutnya sang Setan Merah
Setelah pemecatan Ruben Amorim, klub langsung menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim sambil mencari pengganti permanen yang lebih cocok dengan tradisi dan lingkungan sepak bola Inggris. Nama-nama pelatih potensial yang disebutkan oleh media internasional antara lain Mauricio Pochettino, Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti, Andoni Iraola, serta calon lain yang memiliki pengalaman liga top Eropa.
Keputusan untuk memecat pelatih di tengah musim mencerminkan ambisi klub untuk kembali ke arus kompetitif. Serta menunukan upaya MU untuk mempertahankan standar tertinggi di liga domestik maupun kompetisi Eropa.


