Napak tilas perjalanan Mohamed Salah di Liverpool
Napak tilas perjalanan Mohamed Salah di Liverpool dari debut 2017, rekor gol, trofi besar, hingga berakhir tinggalkan Liverpool menuju Liga Pro Arab Saudi.
Napak tilas perjalanan Mohamed Salah di Liverpool. (Sumber: AI generated Image)
Napak tilas perjalanan Mohamed Salah di Liverpool kini memasuki babak akhir setelah sang pemain resmi mengumumkan akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025-2026. Kabar mengenai Mohamed Salah yang memutuskan untuk mengakhiri kontraknya lebih awal satu tahun dari jadwal semula yakni Juni 2027, menjadi titik balik bersejarah bagi publik Anfield.
Keputusan ini memastikan bahwa momen Salah hengkang dari Liverpool akan terjadi dengan status bebas transfer, yang sekaligus memicu spekulasi kuat mengenai kepindahannya ke Liga Pro Arab Saudi sebagai destinasi berikutnya.
Awal mula kedatangan sang raja Mesir di Anfield
Perjalanan Salah di Liverpool dimulai pada 22 Juni 2017 ketika ia didatangkan dari AS Roma dengan nilai transfer sekitar 34 juta poundsterling. Pada musim debutnya, pemain bernomor punggung 11 ini langsung memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim Premier League dengan catatan 32 gol, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Luis Suarez dan Cristiano Ronaldo.
Ketajaman Mohamed Salah di musim pertama menjadi fondasi kuat bagi kesuksesan kolektif Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp pada saat itu. Kecepatan dan akurasi menjadikannya ancaman di lini depan, yang kemudian membawanya meraih gelar PFA Player of the Year untuk pertama kalinya pada tahun 2018.
Prestasi dan koleksi trofi internasional
Selama sembilan tahun masa baktinya, Mohamed Salah berhasil mempersembahkan total 10 trofi mayor untuk lemari juara The Reds. Pencapaian paling ikonik terjadi saat ia mencetak gol di final Liga Champions 2019 melawan Tottenham Hotspur, serta peran krusialnya saat membawa Liverpool mengakhiri dahaga gelar liga selama 30 tahun pada musim 2019-2020.
Hingga Maret 2026, data statistik mencatat bahwa Salah telah mengumpulkan 255 gol dari 435 penampilan di semua kompetisi resmi. Selain dua gelar Premier League dan satu Liga Champions, ia juga memenangkan Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala Super UEFA, serta dua gelar Piala FA dan dua trofi Carabao Cup, yang mengukuhkan posisinya sebagai legenda hidup klub.
Rekor individu dan torehan angka
Salah sukses meraih empat gelar Sepatu Emas Premier League (Golden Boot). Pada November 2025, ia mencapai tonggak sejarah sebagai pemain ketiga dalam sejarah 134 tahun Liverpool yang mampu menembus angka 250 gol, bersanding dengan nama besar seperti Ian Rush dan Roger Hunt.
Keberhasilan Mohamed Salah dalam mempertahankan performa terlihat dari kemampuannya terlibat dalam 152 gol Premier League hanya di stadion Anfield. Angka ini secara resmi melewati rekor kontribusi gol kandang yang sebelumnya dipegang oleh legenda sepak bola Inggris seperti Thierry Henry dan Wayne Rooney.
Spekulasi masa depan di Liga Pro Arab Saudi
Setelah pengumuman resmi pada 24 Maret 2026, rumor mengenai kepindahan sang bintang ke Timur Tengah semakin menguat di media internasional. Al Ittihad dan Al Qadsiah disebut-sebut sebagai dua klub dari Liga Pro Arab Saudi yang paling serius untuk memberikan tawaran kontrak dengan nilai gaji berkisar antara 50 hingga 70 juta euro per tahun.
Meskipun agen sang pemain, Ramy Abbas Issa, menyatakan bahwa belum ada keputusan final mengenai pelabuhan berikutnya, daya tarik Liga Pro Arab Saudi dianggap paling realistis. Status bebas transfer Salah pada musim panas 2026 memberikan fleksibilitas penuh bagi sang penyerang untuk memilih tantangan baru di luar kompetisi Eropa.
Musim terakhir dan perpisahan mendalam
Musim 2025-2026 di bawah arahan manajer Arne Slot menjadi periode yang cukup menantang bagi Salah dengan catatan 10 gol hingga pekan ke-34. Perselisihan internal yang sempat mencuat pada Desember 2025 serta penurunan efisiensi di depan gawang menjadi salah satu alasan di balik kesepakatan bersama untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Dalam pesan video perpisahannya, Salah menekankan bahwa Liverpool akan selalu menjadi rumah bagi dirinya dan keluarganya setelah semua memori yang tercipta. Dengan tujuh pertandingan tersisa di musim ini, fokus utamanya adalah membawa Liverpool finis di posisi terbaik sebelum benar-benar melakukan napak tilas perjalanan Mohamed Salah di Liverpool untuk terakhir kalinya.


