Al Ghazali: Jadi drifter banyak ajarkan saya untuk kendalikan diri
Penggagas sekaligus pembalap Seven Speed Motorsport, Al Ghazali, mengatakan bahwa pengalaman menjadi seorang pembalap mobil drift (drifter), telah banyak mengajarkan dirinya untuk mengendalikan diri, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Penggagas sekaligus pembalap Seven Speed Motorsport, Al Ghazali, mengatakan bahwa pengalaman menjadi seorang pembalap mobil drift (drifter), telah banyak mengajarkan dirinya untuk mengendalikan diri, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.
Bagi dia, seorang drifter harus tahu kapan akan kencang maupun menahan diri, namun tetap gigih dalam mengejar target yang akan dicapai.
"Dalam drift tidak hanya kemampuan membaca lawan, tetapi melawan diri sendiri, karena saat di lintasan, kalau terlalu kencang bisa keluar dari jalur, tetapi kalau terlalu lambat bisa tidak dapat grip-nya," kata Al saat konferensi pers untuk pengenalan tim dan komposisi pembalap dalam menghadapi musim kompetisi 2026, di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan, manfaat itu menjadi salah satu alasannya untuk menekuni dunia drifting.
Ditambah, kecintaan sejak masa kecil membuat dia semakin tertarik untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman ke jenjang yang lebih serius sebagai seorang pembalap.
"Drift itu bukan cuma sebuah balapan atau adu kencang-kencangan, tetapi ada art (seni) di dalamnya, karena saya suka berbagai hal terkait seni, jadi drifting itu layaknya seni bagi saya dibandingkan balapan reli dan lain-lain," ujar dia.
Putra sulung musisi Ahmad Dhani itu mengaku, setelah 2 tahun berkecimpung serius untuk mengikuti berbagai kejurnas dan ajang internasional, membuat kemampuannya semakin terasah.
Sebab, dia juga semakin tertantang untuk mengembangkan kemampuan.
Terbukti di awal Al hanya mengikuti kelas novice atau new gen. Namun, sejak tahun 2025, dia sudah naik kelas ke pro amateur (pro Am) atau yang sebelumnya bernama pro 2.
Sementara itu, Seven Speed Motorsport telah mempersiapkan empat pembalap untuk menghadapi musim kompetisi 2026, yang diisi dengan sejumlah kejuaraan nasional (kejurnas) dan internasional.
Empat pembalap itu adalah Ricko Nugraha (pro class), Davin Augusta (pro class), Al Ghazali (pro Am), dan Gibran Fauzan (novice class).
Tim tersebut setidaknya akan mengikuti dua kejurnas dan satu ajang internasional, yakni Passion Drift dan Speed Fast, termasuk ada enam seri di dalamnya, serta D1 GP South East Asia.


