Duel Dewa United vs Pelita Jaya panaskan Opening Season IBL 2026
Indonesian Basketball League (IBL) menatap musim 2026 dengan optimisme tinggi. Direktur Utama IBL Junas Miradriansyah menyebut tahun 2026 sebagai tahun ketiga penerapan format Home and Away yang dinilai mulai menunjukkan dampak positif bagi kompetisi dan industri bola basket nasional.
“Banyak pertanyaan yang masuk ke kami, apa yang baru, Sebenarnya 2026 ini adalah tahun ketiga kita menjalankan format Home and Away. Kalau dibandingkan dengan negara lain, kita masih di tahap awal, tapi indikator pertumbuhannya sangat baik,” ujar Direktur Utama IBL.
Ia menegaskan bahwa dalam tiga tahun awal penerapan format tersebut, persaingan antar tim semakin sehat dan kompetitif. Salah satu indikator kuatnya adalah lahirnya juara yang selalu berbeda dalam empat musim terakhir hingga 2025.
“Empat tahun berturut-turut IBL selalu melahirkan juara baru. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah bola basket Indonesia dan menunjukkan persaingan yang semakin sengit dan positif,” katanya.
Musim 2026 langsung dibuka dengan laga seru. Dewa United Banten dan Pelita Jaya Basketball, dua tim finalis musim lalu, dipastikan saling berhadapan pada pertandingan pembuka. Pertandingan ini menjadi simbol dimulainya IBL GoPay 2026 dengan tensi tinggi, rivalitas kuat, dan standar permainan kelas atas sejak game pertama.
Selain itu, musim 2026 juga ditandai dengan tingginya perputaran pemain. Tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas pemain yang dinilai semakin merata di seluruh tim.
“Perputaran pemain menjadi indikator bahwa setiap tim ingin menjadi yang terbaik. Pemain dengan jam terbang dan kaliber tinggi kini mulai tersebar merata, dan ini akan membuat persaingan semakin menarik,” jelasnya.
Memasuki 2026, IBL tetap menggunakan venue dari 11 tim peserta tanpa penambahan arena baru. Meski demikian, fokus utama tetap pada penguatan kompetisi, pengalaman penonton, serta kolaborasi berkelanjutan dengan sponsor.
“Kombinasi performa di lapangan dan kekuatan digital ini menjadi potensi besar untuk semua pihak. Harapannya, ini menjadi win-win solution bagi liga, klub, sponsor, dan tentunya masyarakat bola basket Indonesia,” pungkas Direktur Utama IBL.
Penulis: Dwi Iswanto/Ter


