Kuda Maxi of Khalim buka jalan menuju gelar Triple Crown
Perburuan gelar Triple Crown Indonesia 2026 resmi dimulai dengan selesai diselenggarakannya Indonesia’s Horse Racing (IHR): Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 pada 4 April 2026, bertempat di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, DI Yogyakarta.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Perburuan gelar Triple Crown Indonesia 2026 resmi dimulai dengan selesai diselenggarakannya Indonesia’s Horse Racing (IHR): Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 pada 4 April 2026, bertempat di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, DI Yogyakarta. Kuda Maxi of Khalim dari Jawa Barat membuka jalan menuju gelar Triple Crown setelah memenangkan Kelas 3 Tahun Triple Crown Serie I.
Sementara Kuda Fiona of Khalim dari Jawa Barat menjadi yang tercepat di Kelas 3 Tahun Betina dan meraih Pertiwi Cup 2026, piala yang diperebutkan setahun sekali oleh kuda betina (filly) dalam memperingati Hari Kartini. Fiona of Khalim mengalahkan Nara Eclipse dari Jawa Tengah yang menjadi favorit setelah memenangkan Kelas 3 Tahun Derby di IHR Jateng Derby 2026 Februari lalu.
Total 54 kuda meraih posisi podium pada IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 dan merebut hadiah Rp580 juta.
King Halim Stable dari Jawa Barat menjadi stable dengan posisi podium terbanyak sebanyak 6, disusul Eclipse Stable dari Jawa Tengah sebanyak 4 podium, dan Aragon Stable, Blue Blood Stable, serta Tombo Ati Stable masing-masing 3 podium. Adapun joki dengan perolehan posisi podium terbanyak adalah Angel Manarisip, Jemmy Runtu, Achmad Saefudin, dan Meikel Soleran yang masing-masing mendapatkan 4 podium.
Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia 2019-2025 yang hadir sebagai guest di IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026, memuji penyelenggaraan pacuan kuda di Indonesia. “Ini pengalaman pertama saya ke Yogyakarta di Indonesia, juga pengalaman pertama menonton pacuan kuda. Saya melihat event pacuan kuda ini berjalan dengan sangat rapi dan baik, tentunya hasil dari proses dan persiapan event yang sangat baik,” kata Shin Tae-yong.
“Pacuan kuda sangat mirip seperti sepak bola, ada strategi dan taktik. Bagaimana mengawali atau start, lalu mengontrol pace sepanjang pertandingan dengan baik, dan terakhir menyelesaikan laga atau finish dengan lebih baik lagi. Joki-joki yang bertanding sangat profesional, juga kuda-kuda pacunya sangat baik,” tambah Shin Tae-yong.
Sementara Pesta Es Krim gratis mendapat animo tinggi dari penonton yang hadir. IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 mencatat total 12.000 pengunjung.
“Kami gembira dapat menghadirkan lagi pengalaman baru menonton pacuan kuda hari ini. Kami harapkan Nonton Bareng Coach Shin Tae-yong dan Pesta Es Krim gratis di IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup, telah menambah suasana fun yang betul-betul dinikmati oleh seluruh pengunjung dan dapat menjadi cerita yang dibagikan mengenai pacuan kuda,"ujar Managing Director SARGA GROUP Nugdha Achadie.
IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 mempertandingkan total 18 kelas. Sejumlah kuda terbaik dari musim 2025 kembali meraih posisi podium pada gelaran hari ini. Diantaranya Kuda Naga Sembilan dari DKI Jakarta, Princess Gavi dari Jawa Barat, dan Romantic Spartan dari Sumatera Barat di Kelas Terbuka 2.000 meter, Dominator dari DKI Jakarta dan War Kudeta dari Jawa Barat di Kelas Terbuka Sprint 1.300 meter, serta Kuda Flamboyan dari Jawa Timur di Kelas C 1.600 meter.
Triple Crown Serie I menjadi seri pertama dari tiga kejuaraan utama dalam seri Triple Crown (Triple Crown Serie I bulan April, Triple Crown Serie II bulan Mei, dan Indonesia Derby bulan Juli 2026), dimana seekor kuda pacu berusia 3 tahun yang bisa memenangkan ketiganya berhak menyandang gelar Triple Crown.
Kelas 3 Tahun Derby jarak 1.200 meter ‘Triple Crown Serie I’ dan Kelas 3 Tahun Betina jarak 1.600 meter ‘Pertiwi Cup’ menjadi dua kelas paling bergengsi yang dipertandingkan dalam IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup, masing-masing berhadiah Rp110 juta.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menjadi bagian dari kejuaraan hari ini, juga berterima kasih atas antusiasme para pengunjung. Kami berharap pacuan kuda dapat menjadi sportainment yang semakin diminati oleh masyarakat,” imbuh Nugdha Achadie seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (6/4).
IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 merupakan kejuaraan kedua dalam rangkaian IHR 2026, setelah IHR Jateng Derby Februari lalu. IHR 2026 terdiri dari 8 event yang akan diselenggarakan bulan Februari – November 2026 di lima provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara. DI Yogyakarta sendiri akan menjadi tuan rumah tiga kejuaraan IHR, yakni IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup hari ini, IHR Piala Paku Alam 2026, dan IHR Piala Hamengku Buwono X 2026.


