Menpora paparkan 20 agenda besar yang dijalankan di 2026
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja Kemenpora tahun anggaran 2025, rencana kerja strategis tahun anggaran 2026 serta kesiapan pelaksanaan kegiatan dan anggaran tahun 2026. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memaparkan 20 agenda besar pengembangan kepemudaan dan olahraga yang dijalankan kementerian yang dipimpinnya di tahun 2026.
Dalam acara silaturahmi bersama insan pers di Jakarta, Selasa malam, Menpora menjelaskan agenda-agenda besar tersebut berupa due diligence, transformasi dan reformasi birokrasi, revisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), ASEAN Para Games yang sudah dijalankan, pembuatan road map dan pedoman pemanfaatan aset, penyelenggaraan menteri pemuda dan olahraga tingkat Asia Tenggara.
Kemudian, tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Kementerian Perindustrian tentang standarisasi dan perizinan alat perlengkapan olahraga, pencabutan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 dan deregulasi 191 Permenpora dengan pendekatan omnibus, pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional.
Revitalisasi fasilitas olahraga Cibubur Youth Elite Sport Center menjadi sport science dan pusat rehabilitasi, pelaksanaan car free day di seluruh kota di Pulau Jawa (target utama 514 kabupaten/kota se-Indonesia), manajemen talenta nasional berorientasi 21 cabang olahraga unggulan di sekolah, penyiapan dana pensiun atlet atau sistem jaminan masa depan atlet.
Selain itu, penyelenggaraan youth camp, pembinaan tenaga olahraga pada kelompok disabilitas, lomba debat dan pidato nasional, Indonesia Sports Summit dalam rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional, Indonesia Youth Summit dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, pertukaran pemuda antarnegara, persiapan Asian Games, persiapan Asian Para Games.
Menpora mengatakan bahwa 20 agenda besar itu tidak semuanya dapat dituntaskan pada tahun 2026 karena ada agenda yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Dia mencontohkan di antaranya seperti pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional, penerapan dana pensiun atlet, termasuk persiapan menghadapi berbagai ajang multi cabang internasional.
Oleh sebab itu, dia mengatakan telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Keuangan agar pengelolaan anggaran di kementerian yang dipimpinnya bersifat multiyears karena banyak program yang harus berjalan secara berkelanjutan.
"Banyak kegiatan yang tujuannya dua atau tiga tahun lagi tetapi persiapan harus sudah dimulai tahun ini seperti Asian Games, Olimpiade," katanya.
Menpora menyebutkan pihaknya memiliki dukungan anggaran senilai Rp1,150 triliun untuk menjalankan berbagai agenda besar tersebut. Anggaran itu, kata dia, belum cukup kuat untuk menopang semuanya, namun, dia tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi alasan utama yang menghambat kemajuan pembangunan pemuda dan olahraga di tanah air.


