NOC Indonesia kecam dugaan Pelecehan di Pelatnas panjat tebing

Update: 2026-03-01 03:50 GMT

Olympian peraih medali emas bulutangkis yang kini menjabat sebagai Komite Eksekutif NOC Indonesia, Greysia Polii

Indomie

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) angkat bicara terkait dugaan insiden kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang olahraga panjat tebing. NOC Indonesia menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi dan kekerasan tidak memiliki tempat dalam dunia olahraga.

Melalui Safeguarding Officer NOC Indonesia, Tabitha Sumendap, pihak komite menyatakan keprihatinan mendalam. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut mencederai nilai-nilai dasar Olimpiade, yakni respect, excellence, dan friendship.

"Kami memandang isu ini sebagai persoalan yang sangat serius. Keselamatan, martabat, dan kesejahteraan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap ekosistem olahraga," ujar Tabitha dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

NOC Indonesia melalui Safeguarding Task Force memastikan akan mengawal proses investigasi yang sedang berjalan agar tetap objektif serta berfokus pada perlindungan dan pemulihan korban.

Sebagai langkah nyata, NOC Indonesia sebenarnya telah mengimplementasikan Program Safeguarding sejak tahun 2024. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan olahraga yang aman melalui edukasi dan sosialisasi ke seluruh Federasi Nasional (National Federation).

Tabitha menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan tanggung jawab moral institusi. Targetnya adalah melindungi atlet dari berbagai ancaman, termasuk:

Elshinta Peduli

* Sexual abuse (Pelecehan seksual)

* Psychological abuse (Pelecehan psikologis)

* Harassment, insult, and intimidation (Pelecehan dan intimidasi)

Dukungan Penuh untuk Korban

Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia, Josephine Tampubolon, menyampaikan empati mendalam kepada korban. Meski demikian, pihak NOC memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh guna menghormati proses hukum dan hak-hak individu yang terlibat.

"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan dan membantu membangun kesadaran yang lebih besar tentang Safe Sport Program dari IOC," kata Josephine.

Suara Olympian: "Prestasi Tak Boleh Dibayar dengan Rasa Takut"

Senada dengan hal tersebut, Olympian peraih medali emas bulutangkis yang kini menjabat sebagai Komite Eksekutif NOC Indonesia, Greysia Polii, turut memberikan pernyataan tegas. Menurutnya, ruang latihan seharusnya menjadi tempat yang mendukung perkembangan atlet.

"Sebagai mantan atlet, saya memahami betul bahwa ruang latihan harus menjadi tempat yang aman, bukan ruang yang menghadirkan rasa takut. Tidak ada prestasi yang layak dibayar dengan hilangnya rasa aman dan martabat seorang atlet," tegas Greysia.

Dwi Iswanto/Ter

Elshinta Peduli

Similar News