Antasyafi Robby: Persaingan Tim Speed RI Bak Mini Olimpiade

Persaingan ketat tim speed panjat tebing jadi modal hadapi kualifikasi Asian Games 2026

Update: 2026-04-04 13:20 GMT

Arsip foto - Atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi melambaikan tangan ke arah penonton usai final speed klasik panjat tebing putra SEA Games 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Sport Authority, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.

Indomie

Atlet panjat tebing nomor speed Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, menilai persaingan di dalam tim nasional saat ini berlangsung sangat ketat, bahkan menyerupai “mini Olimpiade”.

Menurut Robby, atmosfer kompetitif tersebut menjadi modal penting bagi para atlet untuk menghadapi tekanan pertandingan di level internasional, khususnya dalam ajang kualifikasi menuju Asian Games 2026.

“Persaingan di internal tim speed Indonesia sangat ketat,” ujar Robby saat ditemui di pelatnas panjat tebing di Bekasi, Sabtu (4/4).

Ia menjelaskan, keberadaan atlet-atlet papan atas dunia dalam satu tim membuat setiap sesi latihan memiliki intensitas tinggi. Nama-nama seperti Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, dan Raharjati Nursamsa menjadi tolok ukur kualitas sekaligus pemicu peningkatan performa atlet muda.

Veddriq diketahui merupakan peraih emas Olimpiade Paris 2024, sementara Kiromal pernah menempati peringkat satu dunia Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), dan Raharjati kini berada di jajaran 10 besar dunia.

Robby mengaku termotivasi untuk terus berkembang dengan bersaing bersama para seniornya. Ia menilai simulasi pertandingan yang diterapkan dalam latihan sudah cukup menggambarkan peta persaingan di ajang internasional.

“Senior saya merupakan atlet-atlet hebat, jadi simulasi latihan sudah mencerminkan persaingan sebenarnya,” katanya.

Selain itu, atlet berusia 19 tahun asal Gresik tersebut juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalani program latihan, termasuk saat menjalani latihan mandiri selama libur Lebaran.

Elshinta Peduli

Hasilnya, Robby berhasil mencatatkan rekor pribadi dengan waktu 4,76 detik selama bulan Ramadan, yang menjadi indikator positif peningkatan performanya.

Ke depan, ia menargetkan dapat tampil maksimal, bahkan menembus delapan besar dalam ajang World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China sebagai langkah meraih tiket ke Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Dalam ajang tersebut, Indonesia akan menurunkan sembilan atlet nomor speed, terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Selain itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia juga akan mengirimkan tujuh atlet dari nomor lead dan boulder, sehingga total kontingen mencapai 16 atlet.

Dengan persaingan internal yang ketat dan kualitas atlet yang merata, tim panjat tebing Indonesia diharapkan mampu kembali menunjukkan dominasi di kancah internasional.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News