Ratusan Rider ikuti jelajah alam Kalbar dorong Sport tourism Sanggau
Sebanyak 650 rider motor trail dari berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga luar provinsi memadati Desa Engkalet, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, dalam ajang Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka ajang Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026 di Desa Engkalet, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau (ANTARA/HO : Prokopim Kalbar).
Sebanyak 650 rider motor trail dari berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga luar provinsi memadati Desa Engkalet, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, dalam ajang Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026.
"Kegiatan ini pastinya menjadi momentum penguatan sport tourism sekaligus promosi wisata alam berbasis petualangan di Kabupaten Sanggau dan Kalbar pada umumnya," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Sanggau, Minggu.
Krisantus mengatakan, kegiatan olahraga ekstrem ini bukan sekadar ajang hobi komunitas, melainkan peluang strategis untuk mendorong sektor pariwisata daerah serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
"Agenda ini diikuti bukan hanya rider dari Kalbar, tetapi juga dari luar daerah. Ini momen yang sangat baik bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk bersama-sama memelihara alam sekaligus mempromosikannya sebagai potensi wisata," tuturnya.
Ia menilai Kalbar memiliki banyak jalur ekstrem yang potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata petualangan. Bahkan, menurutnya, sejumlah lokasi menawarkan tantangan lebih berat dibandingkan lintasan yang dilalui peserta saat ini.
"Saya yakin Kalbar punya jalur-jalur ekstrem, bahkan lebih ekstrem dari yang kita lewati hari ini. Ke depan, kita bisa menggelar kegiatan serupa di lokasi lain, seperti Suluh Tembawang di Kabupaten Landak yang kemiringannya mencapai 45 derajat. Ini sangat menantang," kata dia.
Krisantus menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam memanfaatkan kekayaan alam, dari eksploitasi jangka pendek menjadi pengelolaan berkelanjutan melalui pariwisata.
"Kalau alam kita pelihara, keindahannya tidak akan habis. Pariwisata alam itu jangka panjang. Alam jangan hanya ditebang dan digali, tapi dimanfaatkan keindahannya untuk nilai ekonomi masyarakat," katanya.
Ia meminta Dinas Pariwisata bersama pemerintah daerah mempromosikan jalur trail dan kawasan Engkalet sebagai destinasi wisata minat khusus, tidak hanya bagi komunitas trail, tetapi juga wisatawan umum.
Pembukaan kegiatan ditandai pengibaran bendera Merah Putih oleh Wakil Gubernur. Setibanya di lokasi, ia juga disambut secara adat oleh tokoh dan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, jajaran Pemkab Sanggau, pimpinan lembaga keuangan, kepala organisasi perangkat daerah, Forkopimda, serta komunitas trail dari berbagai daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengatakan kegiatan trail tidak hanya menantang adrenalin, tetapi juga mempererat silaturahmi dan solidaritas antar-komunitas, sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.
"Setiap jalur, setiap bukit, dan keramahan masyarakat Engkalet akan menjadi cerita berharga bagi para peserta. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai agenda wisata unggulan Kabupaten Sanggau," katanya.
Panitia juga mengingatkan peserta untuk mengutamakan disiplin dan keselamatan selama melintasi jalur ekstrem.
Melalui kolaborasi pemerintah dan komunitas, ajang Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat Engkalet sebagai destinasi sport tourism baru sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi lokal dari sektor jasa, kuliner, hingga UMKM.


