Ribuan pelayat antar jenazah tokoh tenis meja Salatiga Suryana Adi

Kota Salatiga, Jawa Tengah kehilangan tokoh, pegiat yang juga Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Salatiga, Suryana Adi yang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Salatiga, Sabtu (17/1/2026) malam.

Update: 2026-01-18 12:40 GMT

Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Indomie

Kota Salatiga, Jawa Tengah kehilangan tokoh, pegiat yang juga Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Salatiga, Suryana Adi yang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Salatiga, Sabtu (17/1/2026) malam. Ribuan pelayat mengantarkan jenazah dari rumah duka ke persemayaman terakhir TPU Karang Duwet, Salatiga, Minggu (18/1/2026).

Suryana Adi yang juga seorang birokrat dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Salatiga itu memang dikenal sebagai sosok yang ramah, berintegritas, namun juga mudah bergaul dengan siapa pun.

Sosok yang melekat dengan tenis meja Salatiga itu meninggalkan torehan yang membanggakan bagi dunia tenis meja Salatiga baik segi pembinaan maupun prestasi.

Tidak hanya kalangan birokrat yang merasa kehilangan, namun akar rumput tenis meja Salatiga pun merasa kehilangan. Salah satunya oleh Supriyadi, senior PTM Hati Beriman Salatiga.

"Bapak Suryana Adi itu melekat tenis meja, kami yang PTM selalu diperhatikan apalagi beliau juga Penasihat dan Pembina PTM Hati Beriman Salatiga jadi kami merasa kehilangan," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Minggu (18/1).

Hal yang sama diutarakan oleh Risky, atlet muda tenis meja Salatiga. Rizky mengaku kaget dengan meninggalnya Ketua PTMSI Kota Salatiga yang selalu luwes dalam mengembangkan dan membesarkan tenis meja Salatiga itu.

"Kaget ya saya kan sering diajak tanding sama Bapak Suryana Adi, selama ini sehat kok, pekan kemarin juga masih main tenis meja seperti biasa," kata Risky.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News