Shammie catat sejarah pereli Indonesia pertama menangi Rally Dakar
Pereli Indonesia Shammie Zacky Baridwan mencatat sejarah dengan menjadi orang Indonesia pertama yang menjuarai satu etape Rally Dakar setelah memenangi etape 11 kategori Dakar Classic pada Rally Dakar 2026 di Arab Saudi.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pereli Indonesia Shammie Zacky Baridwan mencatat sejarah dengan menjadi orang Indonesia pertama yang menjuarai satu etape Rally Dakar setelah memenangi etape 11 kategori Dakar Classic pada Rally Dakar 2026 di Arab Saudi.
“Stage 11 itu regularity. Di situ memang ada ketepatan, dan pada saat itu kita hampir sangat presisi, datangnya, perginya, sudutnya, keluarnya, nyetirnya, capai kecepatan tertentu, nge-brake dan lain lain kita benar benar konstan,” kata Shammie di Jakarta, Selasa.
Menurut Shammie, karakter lintasan etape 11 sangat menuntut konsistensi dan ketenangan dalam mengambil keputusan. “Handicap-nya hampir nggak ada, jalanannya pasir rata, begitu jalanan rata kita pede, begitu tanjakan, mati kita,” ujarnya.
Shammie memenangi Etape 11 Rally Dakar 2026 dengan mobil Toyota Bundera klasik dengan tenaga yang menurutnya paling rendah dibandingkan pembalap lainnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan Dakar Classic meliputi ketahanan fisik, ketahanan mental dan kemampuan berpikir cepat. “Dan kita harus berpikir eksekusi, bukan capek badan doang, tapi capek otaknya juga. Informasi yang didapat sama eksekusi harus cepat,” kata Ketua Umum Land Rover Club Indonesia itu.
Kondisi ekstrem gurun Arab Saudi turut menjadi faktor penentu. Shammie menggambarkan suhu yang sangat kontras sepanjang hari. “Di gurun, pagi itu dingin banget, pas siang panasnya banget, dehidrasi di badan kita di dalem wearpack,” ujarnya.
Momen kemenangan etape 11 sempat diragukan oleh Shammie sendiri. Ia mengisahkan percakapan singkat dengan navigatornya, Ignas Daunoravicius.
“Navigator saya bilang, ‘I think we win this stage’. Saya bilang, ‘Ah masa sih, nggak mungkin. Kita lihat aja nanti’,” tuturnya. Pernyataan itu kemudian terbukti. “Dan benar, ternyata di bivouac sudah rame banget. Dipelukin kita, wah bener ini,” lanjut Shammie.
Kemenangan tersebut menjadi puncak perjalanan naik-turun Shammie sepanjang Dakar Classic 2026. Shammie bersama Daunoravicius memulai reli dengan finis sebagai runner-up di etape pembuka sebelum terlempar ke posisi ke-10 pada etape kedua. Mereka kemudian bangkit di etape 3 dan 4, namun kembali mengalami fluktuasi tajam hingga akhirnya meraih kemenangan di etape 11.
Secara keseluruhan, Shammie menutup Rally Dakar 2026 dengan finis peringkat ketujuh klasemen umum Dakar Classic, mengoleksi 1.393 poin, serta menempati peringkat ketiga kelas H1.
Capaian Shammie melengkapi sejarah baru Indonesia di Rally Dakar 2026 bersama pereli Indonesia lainnya Julian Johan. Keduanya menjadi pereli Indonesia pertama yang berhasil finis di Rally Dakar. Ini merupakan keikutsertaan Indonesia setelah 15 tahun absen sejak terakhir kali tampil pada 2011 di Rally Dakar.
Kategori Dakar Classic sendiri diperuntukkan bagi mobil berusia 20 tahun atau lebih, namun menempuh rute paralel yang disesuaikan dengan kemampuan kendaraan bersejarah.


