5.800 pelari dari 23 negara ikuti Coast to Coast Night Trail Ultra 2026 di Yogyakarta
Sebanyak 5.800 pelari dari 23 negara ikuti Coast to Coast Night Trail Ultra 2026 di kawasan pesisir selatan DI Yogyakarta.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Event lari menyusuri keindahan alam pesisir alam Yogyakarta trail running Coast to Coast Night Trail Ultra 2026 (CTC) kembali digelar untuk yang ke-10 kalinya. Kegiatan ini digelar di pesisir pantai Selatan Bantul, Yogyakarta pada 14-15 Februari 2026. CTC tahun ini merupakan event penyelenggaraan special yang ke-10 (1 Dekade) dengan peserta yang telah terdaftar sebanyak lebih dari 5.800 peserta dari 23 Negara.
23 Negara yang telah terkonfirmasi mengikuti CTC 2026 antara lain Russia, Australia, China, Jepang, Thailand, Filipina, Vietnam, Belarusia, Colombia, Cambodia, Inggris, Canada, Belanda, Algeria, Korea Selatan, Kazakhstan, Bulgaria, Jerman, India, Perancis, Malaysia, Singapore dan Indonesia.
Event lari yang digelar Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) ini menempuh rute pesisir pantai dan diselenggarakan pada malam hari dengan jarak ultra (lebih dari 42km). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan tahun yang spesial ini mempunyai 6 Kategori perlombaan, 7K Cross Country, 15K, 30K, 50K, 80K, 100K Relay of 4 dan 100K Full Course.
"Jumlah peserta meningkat, tahun lalu 3 ribuan tahun ini 5800an dan kita siapkan panitia sebanyak 850 untuk melayani peserta. Tahun ini juga ada peserta lari dari komunitas disabilitas tuli," ujar Roostian Gamananda, Race Director CTC 2026 pada Press Conference di D'senopati Malioboro Grand Hotel Yogyakarta, Minggu (8/2/2026).
CTC tahun ini tetap membawa konsep community gathering sebagai wadah berkumpulnya komunitas pelari trail sebagai lomba pembuka awal tahun 2026. Seperti di tahun sebelumnya Laguna View Depok menjadi Venue penyelenggaraan tahun ini, CTC juga mengajak pelari road running untuk mencoba trail running dengan kategori 7k atau 15k sebagai kategori pemula untuk menjadi bagian dari CTC 2026. Dengan adanya kategori tersebut, CTC menjadi salah satu trail running event yang secara inklusif menggandeng pelari pemula.
Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) telah menjadi anggota dari ITRA (International Trail Running Association) sejak tahun 2016. Rute lari kategori 30K, 50k, 80K dan 100K mendapatkan point ITRA dan UTMB Index untuk kualifikasi UTMB yakni ajang lari lintas alam terbesar di dunia yang berlokasi di Perancis.
Rute yang dipilih tahun ini melewati spot wisata seperti Pantai Depok, Pantai Pelangi, Pantai Cemara Sewu, Pantai Parangtritis, Goa Cemara, Goa Jepang, Goa Cermai, dan Gumuk Pasir. Selain menyajikan rute yang berbeda tourism' dan mengenalkan produk untuk seluruh pelari yang berkolaborasi dengan UMKM Komunitas lokal. Serta dengan kompetisi lari lainnya, penyelenggara juga memiliki misi untuk mendatangkan wisatawan melalui 'sport dukungan dari Kementrian Pariwisata melalui BPOB, Dinas Pariwisata DIY, VisitingJogja untuk memperkenalkan pariwisata Yogyakarta, khusunya di sisi selatan DIY kepada masyarakat luar daerah.
Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB, Harfiansa Bimatara, mengapresiasi event yang telah berjalan satu dekade tersebut. Perjalanan hingga satu dekade ini dinilai sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa. Event tersebut dinilai sejalan dengan program kementerian terkait pengembangan event berskala internasional. kegiatan ini menjadi promosi pariwisata yang berbasis event. Yogya dinilai sudah memiliki kemampuan yang memadai dalam penyelenggaraan event berskala internasional.
"Event-event ini didorong agar mempunyai dampak yang lebih besar pada perekonomian di Indonesia secara umum," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (9/2).
Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD DIY M.lisman Puja Kesuma, mengatakan kegiatan yang telah berjalan 10 tahun ini merupakan hal yang luar biasa dan patut diapresiasi. Event lari dengan peserta dari dalam negeri dan manca negara ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan Yogyakarta dari sisi wisatanya, kulinenrya dan lain sebagainya. Event sport tourisme seperti ini perlu mendapatkan dukungan baik dari pemerintah maupun lainya.
"Acara ini bisa membuka pintu wisatawan nasional dan internasional untuk semakin banyak yang masuk ke Yogyakarta," pungkasnya.


