Luhut tekankan komitmen terapkan sport science dalam pembinaan atletik

By :  Widodo
Update: 2025-08-30 15:30 GMT

Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan kepada awak media seusia acara Kongres PASI 2025 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/8/2025). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan komitmennya terhadap penerapan program sport science dalam pembinaan atletik untuk meraih hasil yang terukur sesuai target.

"Saya sudah sampaikan kepada para pelatih agar olahraga (atletik) ini secara scientific untuk latihannya bisa mencapai target yang kita tentukan," kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Kongres PASI 2025 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Dia mengatakan pada pertemuan sebelumnya bersama timnya, dia menekankan agar fokus pembinaan atletik dilakukan pada beberapa nomor untuk dilakukan dengan pendekatan sport science.

Atlet-atlet pada nomor yang menjadi fokus, kata dia, akan dibuatkan data-data dan program khusus yang memungkinkan progres latihan mereka dipantau berdasarkan hitungan secara ilmiah.

"Jadi bukan pakai perasaan (melainkan) scientific. Jadi setiap waktu kita akan monitoring dan ini bukan hal yang susah, big data-nya kita punya," katanya.

Luhut mengatakan, dengan pendekatan secara ilmiah maka progres latihan para atlet tidak bisa dimanipulasi karena dipertanggungjawabkan dengan data-data yang jelas.

Data-data yang diperoleh dari para atlet, kata dia, selanjutnya dapat dihubungkan dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

"Nanti AI akan menyarankan atlet-atlet mana yang bagus siapa saja," katanya.

Luhut yang belum lama ini ditetapkan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan mengatakan bahwa pelaksanaan program berbasis AI sangat bagus karena bisa melacak semua hal termasuk kekurangan atau ketidakefisienan suatu program.

Pekerjaan berbasis AI, kata dia, mulai dikembangkan untuk program-program dalam pemerintahan sehingga ke depan sangat mungkin diterapkan untuk olahraga atletik.

"Atletik itu cuma bagian kecil ketika diterapkan AI, jadi tidak ada masalah. Kita semua yang harus kompak, kerja keras, dan fokus," katanya.

Tags:    

Similar News