Tampil dominan, Fajar/Fikri melaju ke babak kedua Indonesia Masters 2026
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menundukkan wakil Chinese Taipei, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026, Selasa (20/1/2026). Foto : PP PBSI
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses melewati rintangan pertama di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026. Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), Fajar/Fikri menundukkan wakil Chinese Taipei, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.
Unggulan tuan rumah ini menang dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-10 hanya dalam waktu 30 menit. Hasil ini jauh lebih meyakinkan dibanding pertemuan mereka dua pekan lalu di Malaysia Open 2026, di mana Fajar/Fikri harus bersusah payah menang dengan skor kembar 21-19, 21-19.
"Kami sudah sering bertemu mereka. Tidak mudah melawan mereka yang memiliki speed dan power luar biasa. Kami terus mempelajari permainannya karena di Malaysia pertemuan kami cukup sengit," ujar Fajar Alfian usai laga.
Ambisi akhiri puasa gelar di Istora
Fajar/Fikri yang kini menduduki peringkat empat dunia mengusung misi besar untuk menjadi juara di hadapan publik sendiri. Sejak dipasangkan tahun lalu, mereka telah mengantongi gelar China Open serta beberapa kali menjadi runner-up.
Fajar mengaku rindu berdiri di podium tertinggi Istora Senayan. Terakhir kali ia merasakan gelar juara di rumah sendiri adalah pada tahun 2022 saat masih berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto.
"Target pasti ada, apalagi PBSI menargetkan kami juara karena status tuan rumah. Saya pribadi sudah tiga tahun tidak juara di Istora. Sekarang bersama Fikri, kami ingin menjadi juara di sini," tegas Fajar.
Di babak 16 besar, Fajar/Fikri berpeluang menghadapi rekan senegara, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, jika Leo/Bagas mampu mengalahkan wakil Chinese Taipei lainnya, Zhi-Wei He/Huang Jui-Hsuan.
"Semoga berhadapan dengan Leo/Bagas. Ada untung ruginya. Ruginya salah satu wakil Indonesia pasti gugur, tapi untungnya sudah ada satu wakil yang pasti masuk ke babak delapan besar (perempat final)," tambahnya.
Terkait penerapan aturan baru Time Clock (batas waktu servis) yang mulai diberlakukan di turnamen ini, Fajar/Fikri mengaku tidak merasa terbebani. Menurut mereka, tempo permainan ganda putra yang cepat membuat aturan 25 detik tersebut tidak terlalu berdampak signifikan.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri mengapresiasi dukungan penuh penonton yang memadati Istora sejak hari pertama.
"Terima kasih banyak untuk suporter Indonesia. Berkat mereka, kami lebih semangat. Rasa capek jadi tidak terasa. Semoga hari-hari berikutnya stadion semakin penuh karena membawa aura positif bagi atlet," kata Fikri.
Selain Fajar/Fikri, kesuksesan juga diraih ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Mereka melenggang ke babak kedua setelah melalui pertarungan rubber game melawan wakil Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi, dengan skor 22-20, 15-21, 21-10.
Dwi Iswanto


