Kebun Raya Bogor jadi alternatif perayaan Lebaran tanpa mudik

Kebun Raya Bogor menghadirkan program “Poelang Kampeong” sebagai alternatif ruang perayaan Lebaran bagi masyarakat yang tidak mudik, dengan menghadirkan suasana kampung halaman dalam satu kawasan.

By :  Widodo
Update: 2026-03-22 13:20 GMT

Wisatawan di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan.

Indomie

Kebun Raya Bogor menghadirkan program “Poelang Kampeong” sebagai alternatif ruang perayaan Lebaran bagi masyarakat yang tidak mudik, dengan menghadirkan suasana kampung halaman dalam satu kawasan.

Program ini digelar pada 21-29 Maret 2026 di Taman Reindwart, Kebun Raya Bogor, dengan menghadirkan rangkaian aktivitas berbasis tradisi, hiburan rakyat, kuliner, serta ruang kebersamaan bagi keluarga.

Senior Manager Operasional PT Mitra Natura Raya, Afandika Akbar Utama, di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, mengatakan program tersebut lahir dari kerinduan masyarakat terhadap suasana kampung halaman yang tidak dapat mereka rasakan secara langsung.

“Melalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung dalam bentuk pengalaman yang hangat, inklusif, dan relevan bagi pengunjung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan pada periode pasca Lebaran, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.

Poelang Kampeong dibagi menjadi empat zona utama, yakni Kampung Rasa, Kampung Budaya, Kampung Kumpul, dan Kampung Bermain yang dirancang untuk memberikan pengalaman Lebaran secara menyeluruh.

Pada Kampung Rasa, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Nusantara yang disajikan oleh pelaku UMKM lokal, seperti mie kocok Bandung, pempek Palembang, gudeg Yogyakarta, hingga papeda gulung dari Papua.

Elshinta Peduli

Sementara itu, Kampung Budaya menghadirkan pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah, seperti tari Jaipong, Reog Ponorogo, hingga penampilan tanjidor dan ondel-ondel, yang dikemas ringan dan menyatu dengan aktivitas pengunjung.

Di sisi lain, Kampung Kumpul menjadi ruang santai bagi keluarga untuk berpiknik dan menghabiskan waktu bersama, dengan konsep terbuka dan fleksibel tanpa aktivitas yang mengikat.

“Tanpa aktivitas yang mengikat, Kampung Kumpul memberi kebebasan bagi pengunjung untuk menikmati suasana, berbagi cerita, dan menghabiskan waktu bersama dengan cara yang sederhana dan nyaman,” kata Afandika.

Adapun Kampung Bermain menghadirkan berbagai permainan tradisional seperti egrang, bakiak panjang, dan engklek yang dapat dimainkan bersama, sehingga menciptakan suasana nostalgia khas kampung halaman.

Elshinta Peduli

Similar News