Penerbangan Terakhir angkat novel Gadis Pramugari ke layar lebar

"Love bombing" atau serangkaian taktik manipulasi psikologis dan emosional yang terjadi dalam hubungan asmara menjadi keresahan yang diangkat dalam film terbaru produksi Visual Media Studio (VMS) berjudul Penerbangan Terakhir.

Update: 2026-01-13 07:30 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

"Love bombing" atau serangkaian taktik manipulasi psikologis dan emosional yang terjadi dalam hubungan asmara menjadi keresahan yang diangkat dalam film terbaru produksi Visual Media Studio (VMS) berjudul Penerbangan Terakhir.

Produser Tony Ramesh dari VMS menuturkan bahwa tema yang diadaptasi dari kisah novel Gadis Pramugari karangan Annastasia Anderson itu diangkat ke layar lebar sebagai edukasi publik terhadap dampak psikologis yang dialami para korban karena "love bombing".

"Keresahan ini ternyata dialami banyak orang, dan kami ingin film ini menjadi peringatan mengenai bahaya hubungan yang manipulatif," ujar Tony di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin.

Tony mengatakan skenario film yang ditulis dan diarahkan oleh sutradara Benni Setiawan akan mengajak penonton mengenali maksud pemberian perhatian dan hadiah berlebihan di awal hubungan yang ditunjukkan Kapten Deva (Jerome Kurnia) kepada kekasihnya, pramugari Tiara (Nadya Arina).

Tahap awal cerita yang terasa indah digambarkan berubah seketika menjadi pintu masuk menuju hubungan yang berpotensi menekan Tiara secara mental.

Tekanan itu semakin nyata dengan hadirnya karakter Nadia yang diperankan oleh Aghniny Haque. Sebagai mantan pramugari dan seorang figur berpengaruh di media sosial (influencer), Nadia ditampilkan sebagai karakter yang "abu-abu".

"Nadia tidak sepenuhnya 'hitam' (salah) maupun 'putih' (benar)," kata Aghniny.

Elshinta Peduli

Menurut Aghniny, sikap Nadia muncul sebagai mekanisme pertahanan diri, di mana ia berusaha mempertahankan kesan hidup sempurna (dream life) di media sosial demi menjaga citranya di mata publik.

Annastasia Anderson yang menulis kisah Gadis Pramugari turut hadir dalam pemutaran pratayang film Penerbangan Terakhir.

Annastasia menyatakan, jauh sebelum fenomena "love bombing" ramai dibicarakan atau viral di media sosial, ia sudah memikirkan dan mencermati perilaku manipulatif tersebut.

Keresahan ini muncul selama belasan tahun ia bertugas sebagai pramugari. Pengalaman menjalani profesi itu memberikan perspektif nyata tentang bagaimana dinamika hubungan tersebut terjadi di lingkungan yang ia kenal.

"Jauh sebelum ini, aku sudah berpikir tentang perilaku manipulatif dan hubungan dengan love bombing. Ketika kejadiannya viral, aku merasa ini saatnya menjadikan itu sebuah pelajaran bagi teman-teman agar tidak menjadi seperti Tiara, Kapten Deva, maupun Nadia," kata Annastasia.

Saat film Penerbangan Terakhir diputar, Annastasia sempat mengintip reaksi penonton bermacam-macam dan seketika ia puas karena penonton dekat dengan cerita yang disajikan.

"Reaksinya itu macam-macam. Ada yang 'iih, iih' gitu ya, ada yang 'ih bodoh banget sih', ada juga yang 'hmm kasihan', ada juga yang pas melihat cuma 'eaak!'. Ada yang 'kamu enggak gitu kan? Kamu enggak gitu kan?' gitu kan. Ya, itu memang benar-benar sepertinya menjadi fenomena sosial yang dekat dengan kita ya," kata Annastasia.

Dia menambahkan, "Jadi aku sangat senang sekali nih, kayaknya novel aku sudah punya rumah yang sangat tepat gitu di VMS. Aku bertemu dengan Pak Tony, Pak Benni, kemudian merealisasikannya jadi sebuah naskah. Dan ini [setelah diadaptasi menjadi film] menurutku menjadi esensial ya, karena memang jadi terasa relate banget bagi semua."

Film Penerbangan Terakhir yang dibintangi oleh Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghniny Haque dijadwalkan mulai tayang serentak di seluruh bioskop tanah air pada 15 Januari 2026.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News