Hindari Virus Nipah, warga diminta tidak konsumsi buah yang terbuka

Update: 2026-02-03 06:30 GMT

Ilustrasi - Kelelawar (Chiroptera) merupakan satwa pemakan buah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.

Elshinta Peduli

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat lebih mewaspadai penularan Virus Nipah dengan tidak mengonsumsi buah yang sudah rusak atau terbuka. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan buah yang sudah rusak atau terbuka berisiko terkontaminasi, terutama dari gigitan kelelawar.

“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar,” ujar Ani di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, dia mengatakan Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Penularan Virus Nipah, kata dia, dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.

“Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita,” papar Ani.

Gejala awal Virus Nipah, sambung dia, meliputi demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika tidak segera ditangani, maka kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis.

Ani pun mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan. Masyarakat diimbau agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gejala Virus Nipah.

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala setelah kontak berisiko,” imbau Ani. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News