Maxim salurkan bonus hari raya ke 50 ribu mitra pengemudi
Maxim bagikan BHR kepada 50 ribu mitra pengemudi di 100 kota jelang Idul Fitri.
Elshinta/ Irza Farel
Maxim Indonesia menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada lebih dari 50 ribu mitra pengemudi yang tersebar di lebih dari 100 kota di Indonesia. Program ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan atas kontribusi pengemudi dalam mendukung layanan transportasi berbasis aplikasi.
Seremoni penyerahan BHR digelar di kantor pusat Maxim di Jakarta dan dihadiri perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Perusahaan menjelaskan bahwa pemberian BHR ditentukan berdasarkan tiga kriteria utama, yaitu tingkat produktivitas dalam aplikasi, kualitas layanan kepada pengguna, serta kepatuhan terhadap peraturan perusahaan. Penilaian dilakukan secara individual agar penyaluran bonus berjalan objektif dan tepat sasaran.
Untuk mekanisme pencairan, BHR disalurkan langsung ke saldo akun mitra pengemudi melalui aplikasi Taxsee Driver. Saldo tersebut dapat dicairkan oleh pengemudi dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
“BHR tahun ini meningkat seiring pesatnya perkembangan Maxim serta bertambahnya jumlah mitra pengemudi aktif yang kini hadir di lebih dari 350 kota di Indonesia. Penyerahan BHR ini merupakan wujud apresiasi kepada mitra pengemudi yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan dan pertumbuhan Maxim di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Indah Anggoro Putri, menilai program tersebut sebagai bentuk perhatian sektor swasta terhadap pekerja digital.
“Kami melihat ini merupakan bentuk perhatian yang baik dari private sector terhadap para mitra pengemudi yang berperan penting dalam mendukung layanan transportasi berbasis aplikasi,” katanya.
Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Saleh, menambahkan bahwa pemerintah mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja, termasuk pengemudi transportasi daring.
Ia berharap program tersebut dapat berkontribusi pada terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berkelanjutan di era ekonomi digital. (Irza Farel)


