Museum Mulawarman sajikan kebudayaan khas Kaltim layani libur Lebaran
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Negeri Mulawarman, Kalimantan Timur, menyajikan berbagai peninggalan kebudayaan khas Nusantara untuk melayani dan menarik minat masyarakat pada momentum liburan Lebaran.
Para pengunjung berpose di muka bangunan Museum Mulawarman. ANTARA/Ahmad Rifandi.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Negeri Mulawarman, Kalimantan Timur, menyajikan berbagai peninggalan kebudayaan khas Nusantara untuk melayani dan menarik minat masyarakat pada momentum liburan Lebaran tahun ini.
"Pada musim libur Lebaran ini kami selalu mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dari kalangan keluarga untuk belajar sejarah sejak hari pertama Idul Fitri," kata Kepala Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman Sugiyono Ideal di Kutai Kartanegara, Minggu.
Sugiyono menyebutkan rata-rata tingkat kunjungan harian pada masa liburan ini melonjak apabila dibandingkan hari biasa hingga mencapai sekitar 500 sampai 700 orang.
Sebagai upaya menyambut lonjakan tersebut, pihak pengelola telah melakukan peningkatan layanan melalui perubahan tata letak pameran guna memberikan nuansa yang sama sekali baru bagi para pengunjung.
Museum sejarah tersebut juga turut menyediakan sejumlah kios informasi di sejumlah titik untuk menyajikan detail penjelasan koleksi secara lebih mendalam kepada publik.
Guna beradaptasi dengan teknologi dan mempermudah akses pengunjung, Museum Mulawarman baru-baru ini telah meluncurkan situs web resmi dan aplikasi telepon pintar berisikan katalog acara.
"Berbagai sajian utama yang disiapkan untuk menarik minat dan memanjakan mata pengunjung, meliputi peninggalan artefak kuno, patung, lukisan, serta warisan berharga dari Kesultanan Kutai, termasuk miniatur rumah-rumah adat khas Kalimantan Timur dari Sambaliung, Kutai, hingga Paser," papar Sugiyono.
Secara keseluruhan institusi pelestari sejarah kebanggaan masyarakat ini merawat dan memamerkan lebih 5.000 benda bersejarah dari berbagai ragam klasifikasi.
Ribuan koleksi tersebut mencakup klasifikasi arkeologi, etnografi, seni, hingga berbagai benda spesifik seperti arca, prasasti, keramik, tekstil, geologi, dan biologika masa lampau. Tak lupa juga pajangan senjata tradisional dan alat musik daerah.
Ruang pamer yang menampilkan singgahsana Raja Kutai, patung Lembuswana, alat pangkon, serta kelambu kuning selalu menjadi titik favorit yang paling banyak dikunjungi oleh para pelancong.
Selain peninggalan kesultanan, koleksi keramik dari zaman Dinasti China Kuno hingga ragam senjata tradisional khas Suku Dayak juga terus menyita perhatian para pecinta budaya.
"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan ragam platform digital secara daring guna memudahkan wisatawan dari berbagai daerah dalam menjelajahi seluruh koleksi," kata Sugiyono.


